BERAU TERKINI – Diskoperindag Berau buka suara soal perkembangan pembangunan UMKM Center.

Rencana pembangunan UMKM Center di Kabupaten Berau kembali diupayakan untuk direalisasikan pada tahun 2027 melalui skema bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, mengungkapkan bahwa seluruh tahapan perencanaan sebenarnya telah disiapkan sejak 2025.

Bahkan, pihaknya telah dilibatkan dalam penyusunan dokumen perencanaan teknis bersama Dinas PUPR.

“Perencanaan sudah siap, termasuk DED nya juga sudah disusun. Jadi sebenarnya dari sisi kesiapan tidak ada kendala,” ujarnya.

Namun, kondisi anggaran pada 2026 menjadi tantangan tersendiri sehingga realisasi pembangunan belum dapat dilakukan tahun ini.

Oleh karena itu, pihaknya kembali mengusulkan program tersebut untuk 2027 melalui bantuan keuangan Pemprov Kaltim.

Pelatihan UMKM yang digelar Diskoperindag Berau.
Pelatihan UMKM yang digelar Diskoperindag Berau.

Eva menyebut, usulan tersebut juga telah dibahas dalam rapat bersama pihak provinsi. Bahkan, komunikasi intens telah dilakukan, termasuk dengan perwakilan Pemprov Kaltim yang menanyakan kesiapan proyek UMKM Center dari berbagai aspek.

“Kami sampaikan bahwa lahannya sudah siap, perencanaan juga sudah lengkap. Artinya kalau memang anggaran dikucurkan di 2027, Insya Allah pembangunan bisa langsung dilaksanakan,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan UMKM Center menjadi kebutuhan mendesak bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) maupun industri kecil menengah (IKM) di Berau, terutama dalam hal pemasaran produk.

Ia menilai, konsep pusat UMKM yang terintegrasi akan memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun wisatawan untuk berbelanja dalam satu lokasi yang lengkap.

“Pengunjung tentu lebih nyaman datang ke satu tempat yang lengkap, dibanding harus berpindah-pindah hanya untuk mencari produk berbeda. Ini juga bisa menarik minat wisatawan,” tambahnya.

Selain itu, UMKM Center diharapkan mampu memberikan kepastian pasar bagi para pelaku usaha lokal.

Dengan adanya tempat pemasaran yang jelas, para pelaku UMKM akan lebih terarah dalam memproduksi barang.

“Pelaku usaha jadi punya kepastian, mereka tahu ke mana produk akan dipasarkan. Ini penting untuk mendorong semangat produksi dan meningkatkan kualitas,” katanya.

Ke depan, Diskoperindag Berau juga membuka peluang kerja sama dengan kecamatan maupun pihak terkait dalam mendukung distribusi produk UMKM ke pusat tersebut.

“Skema kerja samanya nanti akan kita rumuskan lebih lanjut, termasuk bagaimana pengumpulan produk dari pelaku UMKM di berbagai wilayah,” pungkasnya.(*)