BERAU TERKINI – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan atau Dispusip Kabupaten Berau mengambil langkah strategis. Mereka memperketat sistem keamanan arsip daerah secara menyeluruh.
Upaya ini bukan sekadar perbaikan teknis penyimpanan dokumen semata. Langkah ini adalah misi penyelamatan memori kolektif dan identitas Bumi Batiwakkal agar tidak punah.
Kepala Dispusip Berau Yudha Budisantosa menegaskan bahwa kerusakan arsip adalah kerugian sejarah yang fatal. Karena itu perlindungan maksimal menjadi harga mati bagi instansinya.
“Jika rusak atau hilang, maka hilang pula bagian dari sejarah dan identitas Berau,” ujar Yudha.
Perketat Akses Ruangan
Pihaknya kini menerapkan standar ketat pada ruang penyimpanan fisik arsip vital. Suhu dan kelembapan ruangan dikontrol stabil untuk mencegah pelapukan kertas.
Teknologi sensor deteksi dini kebakaran juga telah dipasang sebagai antisipasi bencana. Penataan fasilitas penyimpanan dibuat lebih sistematis sesuai standar kearsipan nasional.
Selain itu akses masuk ke ruang penyimpanan kini dibatasi sangat ketat. Hanya petugas dengan otoritas khusus yang diizinkan menyentuh dokumen-dokumen penting tersebut.
“Kami terus memperkuat sistem keamanan, baik dari sisi ruang penyimpanan fisik maupun infrastruktur digital,” jelasnya.
Benteng Pertahanan Digital
Di ranah maya pertahanan arsip juga diperkuat untuk menangkal serangan siber. Dispusip menerapkan sistem cadangan data berkala dan enkripsi pada arsip digital bernilai tinggi.
Pembaruan perangkat keamanan jaringan seperti firewall terus dilakukan secara rutin. Hal ini untuk memastikan digitalisasi arsip tidak menjadi celah masuknya peretas.
Tujuannya adalah menyeimbangkan kemudahan akses publik dengan keamanan data. Masyarakat berhak mendapat informasi namun aset daerah harus tetap terlindungi.
“Prinsipnya adalah keterbukaan informasi yang tetap terjaga dari sisi perlindungan data,” pungkasnya. (ADV)
