BERAU TERKINI Diskoperindag Berau pastikan proses seleksi transparan usai sejumlah UMKM merasa tak dilibatkan dalam acara pameran.

Sejumlah pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Berau mengaku merasa tidak dilibatkan dalam beberapa kegiatan pameran yang digelar pemerintah daerah.

Namun, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau menegaskan bahwa mekanisme seleksi peserta selama ini dilakukan secara terbuka dan transparan.

Kepala Diskoperindag Berau melalui Kabid Perindustrian Diskoperindag Berau, Rita Noratni, menjelaskan bahwa ada situasi tertentu di mana pihaknya terpaksa mengambil keputusan cepat, terutama ketika acara digelar secara mendadak.

“Pernah ada satu dua kegiatan yang sifatnya benar-benar dadakan. Misalnya jam 4 sore baru dihubungi, sementara acara besok pagi. Jadi karena waktunya sangat mepet, kami mencari pelaku UMKM yang memang ready stock produknya, bukan berarti kami memilah-milah,” terangnya pada Berauterkini.co.id

Ia menegaskan bahwa dalam kondisi normal, setiap kegiatan selalu diumumkan melalui grup resmi binaan Diskoperindag, yaitu Bazar UMKM Berau. Grup tersebut kini menampung lebih dari 270 anggota.

“Sistemnya kuota dan siapa cepat dia yang terdaftar. Jadi kami selalu membuka peluang seluas-luasnya. Kalau kuota penuh, yang lain bisa ikut dengan tenda sendiri selama ada tempat,” ujarnya.

Rita menambahkan, Diskoperindag Berau tidak hanya memfasilitasi stan pameran, tetapi juga terus memberikan edukasi kepada UMKM terkait legalitas usaha.

“Kami dorong mereka untuk mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), NPWP, hingga sertifikasi halal. Semua itu bisa diurus gratis. Jadi kesempatan tetap terbuka, asal mereka mau melengkapi legalitas usahanya,” tegasnya.

Ia berharap para pelaku UMKM yang merasa belum pernah terlibat untuk aktif bergabung di grup binaan Diskoperindag dan proaktif mendaftar setiap ada informasi kegiatan.

“Kami ingin semua merasakan manfaat, tapi tentu harus ikut mekanisme yang ada,” tutupnya.(*)