TANJUNG REDEB – Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Berau telah membuktikan ketangguhannya. 

Saat banyak sektor ekonomi lain tumbang akibat pandemi Covid-19, UMKM justru tampil sebagai pahlawan yang menopang dan kini menjadi penggerak utama pemulihan ekonomi daerah.

Ketahanan sektor ini terlihat jelas saat masa-masa sulit pandemi. Ketika banyak usaha besar terpaksa berhenti, usaha-usaha skala rumahan dan mikro inilah yang terus berputar. 

Aktivitas seperti berjualan online dan memproduksi barang dari rumah menjadi penyelamat bagi ekonomi banyak keluarga di Berau.

Kini, peran vital tersebut mendapat pengakuan penuh dari pemerintah. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, menyatakan bahwa potensi UMKM yang telah teruji saat krisis itu menjadi fokus utama pembangunan ekonomi saat ini.

“Semua potensi yang ada kita maksimalkan, dan terbukti dengan adanya produk-produk UMKM dari 100 kampung di Berau,” ujar Eva.

Kekuatan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi bukan hanya isapan jempol. Secara nasional, data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan sektor ini menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menciptakan mayoritas lapangan kerja.

Salah satu kunci ketahanan UMKM Berau, menurut Eva, adalah kemampuan beradaptasi dengan teknologi. Adopsi platform digital menjadi solusi bagi banyak usaha kecil untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga menjangkau konsumen baru di luar daerah.

“Digitalisasi telah menjadi kunci bagi kelangsungan dan pertumbuhan UMKM di tengah tantangan pandemi,” tambahnya.

Selain pendampingan digital, pemerintah juga terus memperkuat fondasi UMKM melalui berbagai program stimulus seperti Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Eva optimistis semua program bantuan tersebut dapat tersalurkan sepenuhnya kepada para pelaku usaha di Berau.

“Di Berau sendiri, program-program stimulus dan bantuan itu telah kita salurkan, meskipun semuanya secara bertahap tapi kita optimistis bisa tersalurkan keseluruhan,” tutupnya. (Adv/aya)