BERAU TERKINI – Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) mulai menggunakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dalam sistem pembayaran iuran semester yang sebelumnya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).
Sistem UKT sebenarnya telah lama menjadi sistem pembayaran yang diterapkan mayoritas perguruan tinggi negeri, yakni sejak 2013.
Rektor UMB, Muhammad Bayu, menjelaskan, sistem tersebut telah resmi diterapkan pada tahun ajaran semester ganjil 2025 saat mahasiswa baru aktif berkuliah pada Agustus lalu.
“Iya sudah diterapkan,” kata Bayu kepada Berauterkini, beberapa waktu lalu.
Bayu menuturkan, perubahan sistem pembayaran tersebut merupakan tindak lanjut setelah resmi menjadi salah satu kampus yang menerima program Beasiswa Gratispol Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Program tersebut menetapkan plafon beasiswa Gratispol senilai Rp5 juta per semester untuk mahasiswa S1. Sementara, biaya per semester di UMB saat ini hanya Rp4,5 juta.
Sementara, untuk jenjang S2 ditetapkan senilai Rp8 juta per semester. Angka tersebut pun masih berada di bawah plafon ketetapan program prioritas Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
“Kalau di atas, otomatis mahasiswa tetap dibebankan biaya semester. Syukurnya kami tetapkan di bawah plafon itu,” ungkap Bayu.
Dalam sistem pembayaran uang kuliah saat ini, Bayu memastikan tak ada lagi pungutan yang dibebankan ke mahasiswa hingga resmi menjadi sarjana.
Bayu mengatakan, dalam sistem SPP, mahasiswa membayar beberapa item pelayanan akademik, mulai pembayaran mata kuliah per semester, KKN, ujian skripsi, hingga wisuda.
Namun, pada tahun ini, mahasiswa tidak perlu lagi membayar kebutuhan tersebut, kecuali wisuda. Agenda itu masih dibahas di internal UMB apakah menggratiskannya atau harus dimasukkan dalam besaran biaya UKT.
“Karena itu di luar agenda akademik ya,” tegasnya.
Pada tahun ini, sebanyak 413 mahasiswa baru di UMB sudah tak lagi dibebankan biaya kuliah. Sebab semua kebutuhan tersebut telah dibiayai beasiswa Gratispol.
“Ada 500 lebih yang masuk, sisanya membayar secara normal, karena kuota sudah penuh,” terangnya.
Bayu berharap, ke depan kuota dapat bertambah, sehingga dapat menambah eksistensi kampus Muhammadiyah tersebut. Mengingat, kampus tersebut merupakan yang terbesar di Bumi Batiwakkal. (*)
