BERAU TERKINI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik kembali menggelar sosialisasi pendidikan politik. Sasaran kegiatan kali ini adalah ratusan pelajar di MAN 2 Samarinda pada Kamis (20/11/2025).
Kegiatan ini membawa misi penting untuk meluruskan pemahaman generasi muda mengenai konsep demokrasi. Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Kesbangpol Kaltim Fatimah Waty menekankan bahwa demokrasi tidak boleh dimaknai secara sempit.
Ia mengingatkan para siswa agar tidak terjebak pada pemikiran bahwa politik hanya sebatas aktivitas mencoblos di bilik suara setiap lima tahun sekali. Lebih dari itu demokrasi merupakan budaya yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari hari.
Gaya Hidup Toleran
Fatimah menyebut pelajar madrasah merupakan aset emas bagi masa depan daerah dan bangsa. Bekal ilmu pengetahuan serta agama yang dimiliki siswa harus mampu membentuk karakter pelopor penjaga nilai kebangsaan.
Praktik demokrasi sejatinya sudah berjalan di lingkungan sekolah melalui pemilihan ketua OSIS hingga diskusi di kelas. Sekolah dianggap sebagai laboratorium awal bagi siswa untuk belajar menjadi warga negara yang partisipatif.
Kegiatan ini juga menghadirkan akademisi Universitas Mulawarman Budiman untuk memperkaya wawasan peserta tentang dinamika pemerintahan. Fatimah lantas menegaskan esensi utama demokrasi yang menuntut kedewasaan sikap dan tanggung jawab.
“Demokrasi adalah gaya hidup yang mengajarkan kita tentang toleransi, musyawarah, menghargai perbedaan pendapat dan yang paling penting adalah bertanggung jawab atas pilihan kita,” tegas Fatimah. (Ftr/Adv/Diskominfo Kaltim)
