BERAU TERKINI – Pasar Barambang di Kecamatan Gunung Tabur, Berau kembali aktif setelah beberapa tahun vakum.
Festival Barambang atau Pasar Barambang merupakan pasar kuliner UMKM yang terletak di Tepian Gunung Tabur tepatnya di Jalan Kuran.
Pasar Barambang mulai dibuka kembali dari tanggal 17 – 24 Januari 2026, adapun pasar ini akan dibuka setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 17.00 hingga 23.00 WITA.
Ketua Panitia Pasar Barambang, Anang Saprani mengatakan pihaknya melibatkan semua masyarakat Gunung Tabur dalam mengaktifkan kembali Pasar Barambang ini.
“Kita libatkan dari ujung ke ujung kita libatkan mulai generasi yang mudanya ada, yang tuanya juga ada, kita libatkan tokoh-tokoh,” ungkapnya kepada Berauterkini.co.id, Selasa (20/1/2026).
Menurutnya, dibukanya kembali Pasar Barambang ini karena permintaan masyarakat dan pelaku UMKM untuk menghidupkan kembali Pasar Barambang.
Ia menjelaskan tujuan dari Pasar Barambang itu sendiri untuk melestarikan seni dan budaya baik lokal maupun non-lokal nantinya.

Kemudian juga untuk meningkatkan UMKM lokal dan Kabupaten Berau. “Dua itu konsep tujuannya,” singkatnya.
“Karena kalau hanya UMKM-nya saja berjualan ada rombong-rombong terus booth-booth saja tapi tidak ada daya tariknya di situ ya jadi pasti akan vakum kembali,” jelasnya.
Terkait UMKM, tidak ada batasan jumlah pedagang yang bergabung di Pasar Barambang.
Asalkan ada tempat di sepanjang Tepian Gunung Tabur, maka pelaku UMKM dipersilakan untuk bergabung dengan mendaftarkan diri ke panitia.
Ia menargetkan pelaku UMKM menjual kuliner lokal khas Berau. Namun, jika bukan kuliner lokal pun ia tidak mempermasalahkan itu.
“Konsep pasar berambang itu adanya kuliner-kuliner lokal, kuliner-kuliner khas Banua Berau, tidak menutup juga silakan ada yang jajanan-jajanan yang dari luar pun boleh,” katanya.
Ia berharap ke depannya ada pihak yang terlibat dalam pengelolaan sampah, karena untuk saat ini masih bersifat gotong royong antar warganya.
Menurutnya, program jangka panjang dari Pasar Barambang nanti harus menyiapkan kantong-kantong sampah, dikarenakan saat ini warga masih sukarela sendiri dalam memungut sampah.
“Kami harapkan nanti ke depan juga ada pihak atau bagaimana nanti hasil kebersamaan, kesepakatan dengan UMKM, pelaku UMKM bagaimana mengatasi sampah-sampahnya itu,” ujarnya
Ia juga menjelaskan dampak dibukanya kembali Pasar Barambang ini berpengaruh pada ekonomi lokal masyarakatnya.
Menurutnya kehadiran Pasar Barambang membuat para pelaku usaha senang karena dagangan mereka habis bahkan belum saatnya tutup.
Ia juga mengajak warga Berau untuk datang ke Pasar Barambang untuk meramaikan sekaligus membantu perputaran ekonomi warga sekitar.
“Itu tujuannya, artinya perputaran ekonomi bisa lancar lah di sana,” katanya.
“Yang lebih penting lagi kami berharap masyarakat Kabupaten Berau silakan datang ke Pasar Barambang, semakin datang ke tempat kami pasar berambang, semakin memberi peluang untuk perputaran ekonomi di sana,” tutupnya.
