TANJUNG REDEB – Bupati Berau Sri Juniarsih bantah lakukan pencintraan saat turun langsung membersihkan area tepian sungai di Jalan Ahmad Yani, Tanjung Redeb.
Aksi bersih-bersih ini dilakukan dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia. Dalam aksi ini turut dihadiri sejumlah kepala dinas Pemkab Berau hingga sukarelawan dari Universitas Muhammadiyah Berau.
Terlihat Bupati Berau Sri Juniarsih menyikat langsung area pedestrian dengan sikat dan air. Sri Juniarsih bahkan sampai duduk di trotoar untuk membersihkan kotoran yang masih melekat di area trotoar hingga guiding block.
Dia mengatakan, kebersihan di area tepian masih belum terjaga dengan baik. Menurutnya, para pedagang PKL yang berjualan di area tepian kurang maksimal dalam menjaga kebersihan.
“Saat ini kita sedang gotong royong untuk membersihkan tepian Ahmad Yani, dari ujung ke ujung, saya perhatikan PKL belum maksimal membersihkan area berjualan,” kata Sri Juniarsih, Jumat (11/7/2025) dikutip dari akun Instagram DLHK Berau.

Dia meminta para PKL yang berjualan untuk benar-benar menjaga kebersihan. Sri Juniarsih mengatakan, jika PKL yang berjualan tidak mampu menjaga kebersihan maka harus bersiap mendapatkan sanksi larangan berjualan.
“Saya menekankan kepada PKL yang berjualan di tepian Ahmad Yani untuk bertanggung jawab dengan areanya masing-masing,” katanya.
“Kalau tidak bisa bertanggung jawab atas tempat kebersihannya masing-masing, silakan untuk tidak berjualan,” ucapnya.
Lebih jauh, Sri Juniarsih mengaku aksinya membersihkan area tepian secara langsung hanya untuk menjaga kebersihan.
Dia mengatakan tidak ada maksud untuk melakukan pencitraan dengan ikut terlibat membersihkan area tepian.
“Sekali lagi saya bukan pencitraan, tetapi saya mengajak kepada sleuruh petugas kebersihan, kepada pedagang UMKM yang berjualan untuk sadar akan kebersihan,” ungkapnya.
