BERAU TERKINI – Penantian panjang masyarakat pesisir akhirnya berakhir. Setelah melalui proses pembangunan selama lima tahun, Dermaga Teluk Sulaiman di Kecamatan Bidukbiduk resmi beroperasi.
Megaproyek ini menelan anggaran fantastis sebesar Rp54,3 miliar, yang bersumber dari kolaborasi APBD Berau dan Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemprov Kaltim.
Kehadiran dermaga ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan jalur strategis yang akan membuka keran pengiriman barang langsung dari Pulau Sulawesi sekaligus menjadi pelabuhan penyeberangan orang.
Saat ini, dermaga tersebut bahkan sudah mulai sibuk melayani kapal-kapal bermuatan 600-1.000 ton setiap harinya.
Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyatakan, proyek ini adalah bentuk komitmen nyata pemerintah dalam memeratakan pembangunan hingga ke pelosok.
“Ini bagian dari penuntasan sejarah. Pembangunan ini sudah dimulai sejak era almarhum Bapak Muharram lima tahun lalu. Tidak ada wilayah yang ‘dianaktirikan’ dalam pembangunan daerah,” tegas Sri Juniarsih saat meresmikan dermaga tersebut, Selasa (13/1/2026).

Sri Juniarsih juga berpesan agar masyarakat pesisir tidak hanya menjadi penonton, tetapi mengambil peran strategis untuk menghidupkan ekonomi, mulai dari sektor wisata, ekonomi kreatif, perikanan, hingga kerajinan tangan.
“Jangan malas, kita tumbuhkan ekonomi kita untuk lebih mandiri,” pesannya.
Kepala Dinas Perhubungan Berau, Andi Marewangeng, mengungkapkan, pembangunan dermaga sepanjang 172 meter dengan luas tambat 54 meter persegi ini diselesaikan dalam empat tahap.
Sempat terhenti pada 2021 dan 2022 akibat keterbatasan anggaran daerah, proyek ini akhirnya rampung setelah mendapat suntikan dana bertahap, termasuk tahap terakhir senilai Rp13 miliar.
Selain menjadi proyek pelabuhan terbesar yang pernah dibangun pemerintah daerah, Dermaga Teluk Sulaiman dirancang dengan spesifikasi khusus.
Mengingat wilayah Bidukbiduk masuk dalam lempeng Sangkulirang yang memiliki potensi aktivitas tektonik, dermaga ini dibangun dengan teknologi yang diklaim tahan terhadap guncangan gempa.
“Dermaga ini sudah tahan terhadap gempa,” tutur Andi Marewangeng. (*)
