BERAU TERKINI – Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Arman Nofriansyah, menyoroti polemik sewa kios berukuran 4×6 meter di Jalan AKB Sanipah I dan Jalan Padat Karya.
Arman menilai persoalan kios tersebut tidak hanya soal tarif sewa, namun mencerminkan lemahnya pengelolaan aset daerah.
Ia mempertanyakan peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang dinilai lalai hingga tunggakan sewa kios berlangsung selama bertahun-tahun.
“Ini perlu diulang dan dikaji lagi. Ada unsur kelalaian di sini, terutama dari OPD terkait. Kenapa bisa sampai sembilan tahun tidak terbayar?” tegas Arman usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak terkait di DPRD Berau, Rabu (21/1/2026).

Menurutnya, usulan revitalisasi kios seharusnya menjadi langkah strategis pemerintah daerah, terutama di tengah upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dengan tarif sewa kios yang saat ini hanya sekira Rp900 ribu per bulan, Arman menilai angka tersebut terlalu murah dan tidak sebanding dengan potensi lokasi yang ada.
“Kalau hanya disewakan Rp900 ribu, itu murah sekali. Kenapa tidak dikonsep ulang menjadi ruko atau sentra usaha yang lebih representatif? Bisa dibuat dua atau tiga lantai, sehingga nilai sewanya juga lebih besar,” ujarnya.
Arman menyebut terdapat sekitar 45 petak kios di kawasan tersebut.
Namun, terkait mekanisme teknis pengelolaannya, ia menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah.
“Itu teknis, bukan DPR yang mengurus. Tapi pemerintah harus benar-benar memikirkan konsep yang tepat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan yang lebih humanis dalam menyelesaikan polemik tersebut agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan.
Terlebih muncul informasi adanya transaksi sewa kios dengan nilai yang dinilai tidak wajar.
Terlepas dari polemik tersebut, Arman menilai kondisi fisik kios milik pemerintah sudah saatnya dibenahi.
Ia juga membandingkan dengan bangunan di seberangnya yang dimiliki masyarakat dan dinilai jauh lebih tertata.
“Bangunan milik masyarakat di seberangnya lebih rapi dan terurus. Sementara ini aset pemerintah justru terlihat tidak terawat,” pungkasnya. (*)
