BERAU TERKINIInformasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Pria berinisial KSR (22) di Sebulu, Kukar, nekat mengakhiri hidupnya karena berkonflik dengan orang tua dan tunangannya.

KSR ditemukan tewas tergantung di kamar mes pencucian mobil tempatnya bekerja oleh rekan kerjanya, Solikin.

Berdasarkan kesaksian Solikin yang diterangkan polisi, mulanya Solikin hendak beristrirahat setelah mencuci motor.

Saat hendak masuk kamar, dia terperanjat karena melihat KSR telah menggantung dengan badan yang sudah membiru.

“Saat menerima laporan, kami langsung ke TKP,” kata Kapolsek Sebulu, Iptu Edy Subagyo.

Dari kamar mes itu, didapati satu buah handphone milik KSR.

Polisi pun memeriksa ponsel itu.

Ditemukanlah pesan WhatsApp (WA) memilukan yang membuat korban mengakhiri hidupnya.

Sebelum mengakhiri hidupnya, KSR sempat mengirimkan pesan gambar berupa tali nilon.

Sekaligus pesan pamit terakhir kalinya kepada keluarganya yang berada di Semarang.

“Dugaan kuatnya karena persoalan asmara,” terang Iptu Edy.

Pihak keluarga korban di Semarang telah dihubungi melalui sambungan video call.

Keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah dan menolak proses otopsi.

KSR pun diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan pemerintah desa untuk proses pemulasaraan.