TANJUNG REDEB – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau mulai mengarahkan fokus pada pengembangan ekowisata yang tak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mengutamakan pelestarian dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, melalui Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata, Samsiah Nawir, mengatakan, ekowisata bukan sekadar tren karena saat ini adalah kebutuhan.

“Kami berharap dengan pendekatan ini, masyarakat tak hanya menjadi penonton, tapi justru pelaku utama dalam menjaga dan mengelola kekayaan alam mereka sendiri,” ujar Samsiah, Senin (7/7/2025).

Dia menjelaskan, kekayaan alam Berau dari pesisir hingga pegunungan merupakan aset jangka panjang yang tak boleh dikorbankan demi keuntungan sesaat.

“Kalau tidak dijaga, kita bisa kehilangan semuanya. Tapi kalau dikelola dengan bijak, Berau bisa menjadi contoh pariwisata masa depan: indah, lestari, dan menyejahterakan,” ungkap Samsiah.

Pihaknya pun aktif mendorong sinergi antara pelaku usaha, komunitas lokal, dan pemerintah kampung agar destinasi-destinasi wisata yang dikembangkan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga kuat secara sosial.

“Ekowisata adalah jalan tengah yang menguntungkan semua pihak. Wisatawan mendapatkan pengalaman, alam tetap terjaga, dan masyarakat merasakan manfaat langsung,” tambahnya.

Langkah ini juga diharapkan tak hanya mengangkat nama Berau di peta pariwisata nasional dan internasional, tetapi juga mewariskan alam yang tetap lestari untuk generasi mendatang.

“Kalau sekarang kita abai, anak cucu kita mungkin hanya akan mendengar cerita tentang keindahan Berau, tanpa pernah melihatnya,” pungkasnya. (*)