BERAU TERKINI Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, angkat bicara terkait adanya wacana pemotongan dana transfer dari pusat hingga 50 persen.

Menurutnya, jika pemotongan transfer pusat ke daerah itu benar-benar terjadi, maka akan berdampak besar pada kemampuan keuangan daerah untuk membiayai pembangunan.

“Kalau dana transfer kita dipotong sampai 50 persen, kita tidak bisa membangun apa-apa. Bayar belanja saja sudah habis. PAD kita hanya sekitar 400 miliar,” ujar Dedy Okto Nooryanto.

Dedy Okto Nooryanto menjelaskan, sekitar 60 persen keuangan daerah Berau masih bergantung pada dana transfer dari pusat, terutama Dana Bagi Hasil (DBH) yang jumlahnya mencapai Rp2,1 triliun.

“DBH kita itu besar, dan itu kan dana bagi hasil pajak. Kalau sampai dipotong, habis hanya untuk bayar gaji,” ujarnya.

Dia berharap pemerintah pusat, khususnya Menteri Keuangan yang baru, dapat mempertimbangkan dampak kebijakan tersebut terhadap daerah.

“Mudah-mudahan Menteri Keuangan yang baru bisa memperhitungkan dan mempertimbangkan kondisi daerah seperti Berau, karena kita masih sangat bergantung pada dana transfer,” harapnya.

Lebih lanjut, Deddy Okto Nooryanto mendorong semua pihak di daerah untuk proaktif menyuarakan aspirasi terkait hal ini.

“Arahan saya, kalau bisa kita melakukan komunikasi dengan pusat agar kebijakan ini bisa dikaji ulang. Jangan sampai pembangunan di daerah terhambat,” tutupnya.(*)