TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau mulai menggodok Program Trans Berau sebagai upaya menghidupkan kembali transportasi umum yang merupakan salah satu program prioritas.
Pertengahan tahun ini, Dinas Perhubungan Berau telah memasukkan agenda tersebut dalam rencana strategis perangkat daerah.
Kepala Dishub Berau, Andi Marewangeng, mengatakan, Bupati Berau Sri Juniarsih dan Wakil Bupati Gamalis telah memerintahkan untuk memasukkan agenda tersebut dalam pembangunan ke depan.
Program tersebut juga dipastikan telah masuk dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030.
“Sekarang sedang berproses, sudah masuk dalam dokumen renstra Dishub,” kata Andi Ewang, sapaannya, saat dikonfirmasi, Senin (7/7/2025).
Dalam tahap awal ini, kata dia, Dishub Berau tengah mematangkan dokumen rencana induk jaringan transportasi. Dokumen itu nantinya akan dijadikan pedoman dalam pelaksanaan teknis pembangunan koneksi jaringan transportasi dari pusat kota dan kampung.
“Kami ajukan kajian ini agar dapat dianggarkan pada APBD Perubahan 2025,” sebutnya.
Dia membeberkan, saat ini, Berau membutuhkan terminal Tipe C, yakni jenis terminal yang pembangunan dan pengawasannya menjadi kewenangan Dishub Kaltim.
Pihaknya pun telah membangun komunikasi serius dengan Pemprov Kaltim dalam memastikan penggunaan terminal dapat mulai berjalan pada tahun ini.
Dalam komunikasi awal itu, Dishub Berau mengusulkan pengaktifan terminal lama di Kilometer 5 menuju Teluk Bayur. Bangunan terminal tersebut saat ini digunakan sebagai Markas Brimob Polres Berau.
“Langkah sementara seperti itu agar program prioritas ini memiliki gambaran strategis ke depan,” beber Ewang.
Untuk memiliki terminal Tipe C, lanjutnya, dibutuhkan tahapan yang cukup panjang. Sebab, pemerintah mesti memastikan dahulu proses kajian strategis atau feasibility studies (FS) pada tahun ini. Lalu, menyelesaikan Detail Engineering Design (DED).
FS nantinya akan dijadikan rujukan penyusunan perencanaan pembangunan terminal baru. Termasuk memastikan lahan yang dapat digunakan dan tak berada jauh dari kawasan permukiman.
Terminal itu nantinya juga akan menghubungkan transportasi dari kota menuju kampung.
“Penggunaan markas brimob nanti hanya sementara untuk menjalankan program prioritas ini,” terang dia.
Pembangunan tersebut diproyeksikan dapat selesai pada 2-3 tahun ke depan sambil melakukan pematangan rencana pembangunan terminal baru.
Dia menjelaskan, pada saat terminal baru beroperasi, nantinya akan melayani pengantaran dan penjemputan anak sekolah di kampung hingga memudahkan para pekerja untuk beraktivitas harian.
“Yang jelas harus menunjang sektor pendidikan dan pariwisata kita,” tegasnya. (*)
