BERAU TERKINI — DPRD Berau memberikan penekanan serius kepada pemerintah daerah untuk segera mengoperasikan rumah sakit baru yang terletak di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Rinding.

Fasilitas kesehatan tersebut diperkirakan mulai dibuka untuk publik pada Mei mendatang.

Namun, pada tahap awal pengoperasiannya, rumah sakit ini rencananya hanya akan melayani pasien rawat jalan.

Fasilitas rawat inap belum dapat difungsikan dalam waktu dekat mengingat kelengkapan sarana dan prasarana medis yang masih dalam proses pemenuhan.

Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, mendesak agar pemerintah daerah tidak menunda-nunda pembukaan rumah sakit ini.

Kehadiran fasilitas di Rinding dinilai sangat krusial untuk menambah kapasitas daya tampung pasien yang selama ini menjadi beban rumah sakit yang sudah ada.

“Saya pengennya pemerintah daerah cepat rumah sakit ini dibuka, dan pelayanannya cepat dibuka lah untuk masyarakat,” ujar Dedy.

Meskipun fasilitas penunjang belum sepenuhnya lengkap, Dedy berharap pengoperasian secara bertahap tetap dilakukan secepat mungkin.

Selain demi kepentingan pelayanan publik, percepatan ini juga bertujuan untuk menghindari potensi teguran dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait efektivitas pemanfaatan bangunan yang telah rampung.

Ia menambahkan, rumah sakit tersebut idealnya sudah mulai menerima pasien sejak awal tahun.

Oleh karena itu, target operasional pada bulan depan harus dikawal dengan serius agar tidak kembali meleset dari jadwal.

“Mudah-mudahan bulan 5 ini sudah siap dibuka lah,” ungkapnya.

Di sisi lain, salah satu hambatan teknis yang masih menghantui kenyamanan rumah sakit baru tersebut adalah aktivitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bujangga yang lokasinya berdekatan dan masih beroperasi hingga kini. 

Persoalan aroma yang tidak sedap dikhawatirkan akan mengganggu kenyamanan pasien dan petugas medis di masa depan.

Merespons hal tersebut, Dedy mendorong pemerintah untuk menyegerakan pemindahan aktivitas pembuangan sampah ke TPA baru di Kampung Pegat Bukur.

Ia menargetkan sinkronisasi antara operasional rumah sakit dan penutupan TPA Bujangga dapat terealisasi sepenuhnya pada akhir tahun ini.

“Kalau saya sih kalau bisa tahun ini lah. Paling akhir tahun sudah bisa dimanfaatkan lah, jadi begitu rumah sakit itu buka, sampah enggak ada lagi di sana,” tegasnya. (*)