BERAU TERKINI – Upaya pengembangan ekonomi pesisir terus diperkuat Dinas Perikanan (Diskan) Berau melalui peningkatan nilai tambah hasil tangkapan laut.

Salah satunya dilakukan melalui pengembangan pengolahan ikan asap di Kampung Teluk Sulaiman, Kecamatan Biduk-biduk.

Kepala Dinas Perikanan Berau melalui Kepala Bidang Penguatan dan Daya Saing Produk Perikanan, Dewi Rosita, menyampaikan kegiatan pengasapan ikan tongkol, kembung, dan pari di Teluk Sulaiman kini terus ditingkatkan melalui pendampingan yang dilakukan secara terstruktur.

Produk ikan asap di Biduk-biduk Berau (Ist)
Produk ikan asap di Biduk-biduk Berau (Ist)

“Pendampingan ini tidak hanya menyasar proses produksi, tetapi juga penguatan kelembagaan dan mutu produk,” ujar Dewi Rosita.

Sebagai bentuk dukungan, Diskan Berau telah menyalurkan tiga unit alat pengasapan ikan kepada kelompok pengolah. Saat ini, produksi ikan asap terutama jenis tongkol dan pari telah mencapai sekitar 40 kilogram.

Produk tersebut mulai dipasarkan ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta ditampilkan dalam berbagai kegiatan bazar di Tanjung Redeb.

Dewi menambahkan, verifikasi mutu produk terus berjalan agar ikan asap yang dihasilkan memiliki standar kualitas yang baik dan konsisten.

Langkah ini dinilai penting untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk olahan perikanan lokal.

Inisiatif pengolahan ikan asap ini digagas oleh Diskan Berau bersama Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Pejuang Sigap serta kelompok masyarakat setempat. Program tersebut diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan baru bagi keluarga nelayan di Teluk Sulaiman.

“Dengan adanya pengolahan ikan asap, nilai jual ikan akan meningkat. Tidak lagi dijual dalam bentuk segar saja, tetapi sudah menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” jelasnya.

Ke depan, Diskan Berau menargetkan produk ikan asap Teluk Sulaiman dapat bersaing dengan produk olahan sejenis dari daerah lain, terutama setelah mengantongi sertifikasi halal dan perizinan pendukung lainnya.

“Jika sudah bersertifikat dan mutunya terjaga, peluang pasarnya akan jauh lebih luas,” pungkasnya. (*)