BERAU TERKINI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau mengimbau masyarakat yang beraktivitas di laut agar lebih waspada dan selalu mengutamakan keselamatan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, mengatakan, tragedi tenggelamnya kapal KM Mina Maritim 148 di perairan Talisayan yang menelan enam korban jiwa menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pelaku aktivitas di laut, baik itu nelayan maupun transportasi penyeberangan lainnya.

Nofian mengatakan, sebagian besar kecelakaan laut sejatinya bisa dicegah apabila setiap awak kapal disiplin menjalankan prosedur keselamatan.

“Tragedi KM Mina Maritim 148 menjadi pengingat bagi kita semua, aktivitas di laut tidak bisa hanya mengandalkan pengalaman. Harus ada kesiapan menyeluruh, baik dari sisi manusia maupun kapal,” kata Nofian, Minggu (2/11/2025).

Nofian menegaskan, langkah pencegahan dapat dimulai dari hal sederhana yang kerap diabaikan. 

Dia pun membeberkan beberapa hal penting yang harus diperhatikan nelayan sebelum berlayar, di antaranya memantau cuaca sebelum beroperasi melalui situs atau aplikasi resmi BMKG.

Namun, ia juga menilai tanda-tanda alam tradisional, seperti arah angin, warna langit, dan tinggi gelombang, tetap relevan digunakan.

“Teknologi dan pengetahuan lokal sebaiknya berjalan beriringan. Keduanya bisa saling melengkapi, baik melalui pengamatan langsung dan prediksi cuaca dari BMKG,” jelasnya.

Terpenting, kata dia, wajib menggunakan pelampung (life jacket). Meski terlihat sepele, life jacket menjadi faktor penentu saat musibah terjadi.

“Sekecil apapun aktivitasnya di laut, life jacket wajib digunakan. Ini perlindungan dasar yang bisa menyelamatkan nyawa,” tegas Nofian.

Selain itu, dia juga mengingatkan, sebelum melaut pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat.

Hal ini penting agar nelayan tidak memaksakan diri berangkat jika dalam kondisi tidak sehat.

“Tubuh yang lelah atau kurang fit bisa mengurangi kemampuan bereaksi cepat saat situasi darurat,” katanya.

Yang tak kalah penting adalah memastikan kondisi mesin kapal baik saat melaut. Setiap komponen, terutama mesin, harus dipastikan berfungsi optimal saat berlayar.

“Jangan menyepelekan pengecekan kecil, karena satu kerusakan bisa berakibat fatal di tengah laut,” ujarnya.

Dia juga berharap, setiap kapal dapat memiliki alat komunikasi yang memadai, baik itu radio atau ponsel satelit. Hal itu sangat penting agar nelayan dapat segera menghubungi pihak berwenang jika terjadi keadaan darurat.

“Komunikasi cepat dengan pos SAR atau aparat terdekat dapat mempercepat proses evakuasi. Kami tidak ingin kejadian seperti KM Mina Maritim kembali terulang,” pungkasnya. (*)