BERAU TERKINIDisnakertrans Berau dorong keberadaan Balai Latihan Kerja mampu menjawab kebutuhan industri.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Berau tengah gencar dalam membangun Belai Latihan Kerja (BLK). Hal ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan masyarakat Berau, berbasis kebutuhan industri.

Kepala Disnakertrans Berau, Zulkifli Azhari menuturkan bahwa kehadiran BLK ini bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan di era modern.

“Kami terus berusaha untuk membangun BLK, karena dengan adanya BLK, sumber daya manusia (SDM) di Berau bisa lebih ter-upgrade dan relevan dengan kebutuhan lokal maupun nasional,” kata Zulkifli saat dihubungi pada Senin (1/9/2025).

Selain itu, ia bilang, biaya pelatihannya bisa lebih terjangkau, bahkan berpotensi gratis untuk masyarakat Berau yang membutuhkan. “Tentu kami ingin mempersiapkan tenaga kerja secara lebih optimal,” tambahnya.

Dia menilai keberadaan BLK dapat memberi peluang besar bagi masyarakat lokal untuk mengasah keterampilan yang langsung bisa diterapkan di lapangan.

Keberadaan BLK juga dapat memberikan pelatihan kepada masyarakat lokal yang tidak sekadar teori, tetapi benar-benar mencerminkan kebutuhan industri, baik yang sudah ada maupun yang akan tumbuh di masa mendatang.

Zulkifli juga berharap besar kepada sektor swasta untuk turut ambil bagian dalam pembangunan dan pengembangan fasilitas pelatihan di BLK.

Pasalnya kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan sangat krusial untuk memastikan pelatihan yang diberikan benar-benar sesuai dengan teknologi dan standar kerja terkini.

Pembangunan BLK di Limunjan, Kelurahan Sambaliung, mulai dikerjakan DPUPR Berau.
Pembangunan BLK di Limunjan, Kelurahan Sambaliung, mulai dikerjakan DPUPR Berau.

“Karena kami ini tidak bisa berjalan sendiri. Maka kami berharap ada kontribusi nyata dari perusahaan swasta, terutama dalam penyediaan fasilitas pelatihan seperti alat kerja, peralatan praktik, hingga media peraga. Dengan demikan, antara kebutuhan industri dan kesiapan tenaga kerja bisa berjalan beriringan,” terangnya.

Zulkifli menyampaikan bahwa pembangunan BLK ini juga dirancang untuk tidak hanya berfokus pada satu sektor saja. Terlebih, Berau memiliki kekayaan sumber daya alam dan potensi pariwisata.

Untuk sektor pariwisata misalnya, materi pelatihan bisa berupa pelatihan di bidang bahasa asing, perhotelan, hingga keterampilan menjadi pemandu wisata.

“Karena memang Berau memerlukan tenaga kerja yang terampil di berbagai bidang,” kata dia

Ia juga menyebutkan bahwa BLK nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas pelatihan alat berat, yang tidak hanya untuk sektor pertambangan, tetapi juga menyasar industri perkebunan dan pembangunan infrastruktur.

Ditanyakan mengenai penyelesaian pembangunan BLK, Zulkifli belum bisa memberikan kepastian yang jelas. Sebab urusan teknis pembangunan berada di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau.