BERAU TERKINI – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Berau hingga kini masih menunggu kepastian jadwal kehadiran Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud.
Meski agenda tersebut mengalami beberapa kali penundaan, aroma dukungan kuat terhadap Syarifatul Sya’diah untuk kembali memimpin DPD II Partai Golkar Berau secara aklamasi kian santer terdengar.
Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Berau, Subroto, mengungkapkan, secara teknis, seluruh persiapan untuk menggelar Musda sebenarnya sudah rampung.
Namun, sinkronisasi jadwal dengan pimpinan partai di tingkat provinsi menjadi faktor utama penundaan tersebut.
“Awalnya kami rencanakan tanggal 25 Februari, kemudian ditunda lagi menjadi 5 Maret. Sampai sekarang masih menunggu kepastian karena Ketua DPD I kita, Pak Rudy, ingin hadir langsung di Musda Berau,” ujar Subroto, Senin (9/3/2026).
Subroto menambahkan, kesibukan Rudy Mas’ud sebagai Gubernur Kalimantan Timur membuat jadwal Musda harus bersifat fleksibel.
Kendati demikian, ia memastikan mesin partai di tingkat kabupaten sudah siap bergerak kapanpun instruksi diberikan.
Meski pendaftaran calon ketua belum resmi dibuka, gelombang dukungan dari para kader mulai mengerucut pada sosok Syarifatul Sya’diah.
Rekam jejak politik Syarifatul yang gemilang dianggap sebagai alasan paling rasional di balik dukungan tersebut.
Salah satu indikatornya adalah keberhasilan Syarifatul meraih hampir 29 ribu suara saat maju sebagai calon anggota DPRD Kalimantan Timur pada Pileg lalu.
“Track record beliau sudah teruji. Pada pemilihan legislatif provinsi kemarin juga mendapatkan hampir 29 ribu suara. Itu menjadi dasar yang cukup kuat bagi kami untuk mendukung beliau,” tegas Subroto.
Selain basis suara yang masif, jaringan kader yang dimiliki Syarifatul dinilai sangat merata di seluruh wilayah Berau, yang menjadi modal penting untuk memperkuat soliditas partai di masa depan.
Namun, Subroto menegaskan, pihaknya akan tetap menjunjung tinggi aturan organisasi dengan tetap membuka pendaftaran bagi kader lain yang ingin bertarung secara sehat.
“Kami tetap akan membuka pendaftaran sesuai juknis. Semua mekanisme Musda akan kami lalui. Tapi memang harapan kami, kalau bisa aklamasi,” pungkasnya. (*)
