BERAU TERKINI – Kemenhaj menyiapkan sejumlah opsi dalam memberangkatkan jemaah haji pada tahun ini.
Kloter pertama jemaah haji Indonesia akan berangkat pada bulan April 2026 ini.
Namun keraguan keberangkatan jemaah haji pada tahun ini semakin besar imbas krisis di Timur Tengah.
Diketahui kondisi di Timur Tengah tak kondusif usai serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran.
Iran pun melakukan serangan balasan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Pihak Kementerian Haji dan Umrah atau Kemenhaj pun tengah menyiapkan sejumlah opsi untuk keberangkatan haji tahun ini.
Menurut Menhaj Mochamad Irfan Yusuf, sampai saat ini belum ada perubahan jadwal terkait keberangkatan jemaah haji ke Tanah Suci.
Dia mengatakan, pihak Arab Saudi juga telah memberikan kepastian keamanan pada pelaksanaan haji tahun ini.

“Hari ini masih on schedule, belum ada perubahan. Alhamdulillah mudah-mudahan ini terus berjalan sampai hari H,” kata Mochamad Irfan Yusuf dikutip dari laporan Beritasatu.
Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah memastikan keamanan dan keselamatan jemaah haji.
“Berangkat atau tidak itu nanti. Yang penting pertimbangan keamanan dan keselamatan jemaah haji,” ujarnya.
Sementara itu Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan, Kemenhaj memiliki empat opsi soal keberangkatan jemaah haji tahun ini.
Opsi pertama adalah tidak ada perubahan dalam jadwal keberangkatan haji dengan catatan kondisi di Timur Tengah semakin membaik dan aman.
Kedua melakukan pengalihan rute penerbangan sehingga tidak melintasi wilayah ruang udara Timur Tengah yang rawan konflik.
Rute tersebut adalah rute selatan atau melalui wilayah Afrika hingga tiba di Tanah Suci.
Kemudian penundaan keberangkatan jika situasi dan kondisi membahayakan bagi jemaah haji.
