BERAU TERKINI – Kemenhaj mengimbau kepada WNI untuk menunda rencana umrah dalam waktu dekat.

Kondisi di regional Timur Tengah sedang memanas pasca serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

Militer Iran pun melakukan serangan balasan ke beberapa pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara teluk.

Akibatnya ruang udara atau airspace dari dan menuju negara di Timur Tengah terhenti.

Kondisi langit di Ibukota Teheran, Iran setelah dihujani rudal milik Israel. (x/RWWReborn)
Kondisi langit di Ibukota Teheran, Iran setelah dihujani rudal milik Israel. (x/RWWReborn)

Kondisi itu berdampak pada moda transportasi udara khususnya bagi jemaah umrah asal Indonesia.

Pihak Kemenhaj pun memberikan imbauan kepada warga Indonesia untuk menunda pemberangkatan umrah.

Hal itu diungkapkan oleh Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak sebagaimana laporan CNN Indonesia.

“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak.

Wamen Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak (Instagram/@dahnil_anzar_simanjuntak)
Wamen Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak (Instagram/@dahnil_anzar_simanjuntak)

Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kemlu RI guna memastikan kondisi keamanan WNI di luar negeri khususnya yang sedang melaksanakan ibadah umrah.

Dia juga mengimbau kepada WNI yang hendak kembali ke Tanah Air untuk bisa berkoordinasi dengan travel agent terkait atau Kemlu RI.

“Untuk jemaah yang segera akan kembali ke Tanah Air untuk terus berkomunikasi dengan travel-nya,” katanya.

“Apabila menjadi jemaah umrah mandiri juga terus berkoordinasi dengan aparat yang sedang bertugas di Kementerian Luar Negeri maupun Kementerian Haji dan Umrah,” jelasnya.

Lebih jauh, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, belum ada perubahan soal waktu dan pemberangkatan jemaah haji tahun 2026 ini.

Namun Kemenhaj sudah memiliki sejumlah skenario antisipasi dan mitigasi guna mengatasi kendala yang saat ini terjadi di Timur Tengah.

“Kami mempersiapkan seluruh perangkat layanan lebih awal agar penyelenggaraan haji 2026 berjalan optimal. Namun demikian, kami tetap menyiapkan berbagai skenario mitigasi sebagai langkah kehati-hatian,” jelasnya.