BERAU TERKINI – Timnas Indonesia U-17 masih memiliki peluang untuk lolos ke 32 besar Piala Dunia U-17.

Garuda Muda berhasil mengalahkan Honduras dengan skor 1-2 di laga terakhir grup H Piala Dunia U-17.

Dua gol Timnas Indonesia U-17 dipersembahkan oleh Evandra Florasta dan Fadly Alberto.

Kemenangan itu membuat Garuda Muda finis di peringkat ketiga grup H dengan raihan 3 poin.

Kemenangan melawan Honduras sekaligus sejarah baru bagi Timnas Indonesia di level Piala Dunia U-17.

Di mana kemenangan ini adalah kemenangan perdana Timnas Indonesia di semua kompetisi Piala Dunia.

Pelatih Nova Arianto mengaku sangat bangga dengan hasil kemenangan tersebit.

Dia berharap kemenangan ini mampu memotivasi Garuda Muda untuk tampil lebih baik lagi.

“Rasanya benar-benar luar biasa bagi kami. Kami sangat, sangat senang,” ujar Nova Arianto dikutip dari laporan bola.com

“Kemenangan pertama di Piala Dunia ini sesuatu yang istimewa untuk saya, dan saya berharap ini bisa menjadi titik awal bagi para pemain agar terus berkembang dan menjadi lebih baik di masa depan,” harapnya.

Laga Timnas Indonesia U-17 vs Honduras (Instagram/@timnasindonesia)
Laga Timnas Indonesia U-17 vs Honduras (Instagram/@timnasindonesia)

Menurut Nova Arianto kemenangan Garuda Muda tak terlepas dari dukungan suporter.

Termasuk dukungan WNI yang datang menyaksikan langsung Garuda Muda berlaga di Aspire Academy Doha Qatar.

“Semangat di Indonesia benar-benar luar biasa. Kami tahu ada begitu banyak orang yang mencintai sepak bola, dari suporter hingga para pemain sendiri,” ujarnya.

Meski menang melawan Honduras, namun Timnas Indonesia U-17 masih menunggu nasib soal kelanjutan lolos ke babak 32 besar.

Sebab, Garuda Muda hanya berhasil lolos di peringkat ke-9 dari kuota 8 tim peringkat ketiga terbaik.

Peluang Timnas Indonesia U-17 untuk lolos ke babak selanjutnya masih terbuka meskipun sangat kecil.

Di mana Timnas Indonesia U-17 harus menunggu hasil dari pertandingan grup lainnya.

Garuda Muda bisa lolos ke babak 32 besar jika skenario ini berjalan.

Yakni jika Uganda gagal menang lawan Prancis di grup K

Lalu Paraguay kalah dari Republik Irlandia dengan selisih lebih dari lima gol di Grup J

Kemudian Arab Saudi kalah dari Mali dengan selisih lebih dari lima gol (atau sebaliknya) di grup L.