BERAU TERKINI – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Berau resmi merilis perkembangan indeks harga konsumen periode Maret 2026.

Berdasarkan data terbaru, angka inflasi tahunan (year-on-year) tercatat sebesar 2,38 persen, sementara inflasi bulanan (month-to-month) berada di angka 0,76 persen.

Lonjakan inflasi pada Maret 2026 ini sangat dipengaruhi oleh dinamika harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 1,49 persen dan memberikan andil signifikan terhadap kenaikan harga secara keseluruhan di Bumi Batiwakkal.

Harga cabai rawit di Berau masih selangit pasca Lebaran. (DIVA/BT)
Harga cabai rawit di Berau masih selangit pasca Lebaran. (DIVA/BT)

Kepala BPS Berau, Yudisium Wahyudin, menjelaskan, cabai rawit menjadi komoditas utama yang mendorong inflasi bulanan dengan andil sebesar 0,16 persen.

Kenaikan harga si “pedas” ini dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat yang tidak sebanding dengan ketersediaan stok di pasar.

Harga cabai rawit meningkat sejak minggu pertama Maret 2026 akibat naiknya permintaan dan terbatasnya stok. 

“Setelah sempat turun pada minggu kedua karena tambahan pasokan, harga kembali naik pada minggu ketiga hingga keempat seiring meningkatnya permintaan menjelang dan setelah Idulfitri,” jelas Yudisium dalam keterangan resminya, Rabu (1/4/2026).

Selain urusan dapur, sektor transportasi juga menjadi penyumbang inflasi yang menonjol. 

Tarif angkutan udara dari Berau menuju kota-kota besar, seperti Jakarta dan Surabaya, terpantau mengalami kenaikan sejak awal Maret. 

Tren kenaikan ini semakin meluas mendekati Hari Raya Idulfitri.

“Pada minggu ketiga menjelang Idulfitri, terjadi kenaikan pula untuk tarif angkutan udara dari Berau menuju Balikpapan dan Samarinda akibat dari tingginya permintaan,” tambah Yudisium.

Selain tiket pesawat dan cabai, beberapa komoditas lain yang turut memberikan andil inflasi bulanan antara lain bayam, bensin, emas perhiasan, ikan tongkol, ikan kembung, bahan bakar rumah tangga, kangkung, hingga bawang merah.

Jika melihat perbandingan data tahun ke tahun (Maret 2026 terhadap Maret 2025), terdapat tiga kelompok pengeluaran yang menjadi motor utama inflasi. 

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatatkan angka inflasi tertinggi mencapai 14,14 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyusul sebesar 3,14 persen.

Lalu, kelompok perumahan, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,36 persen.

Secara spesifik, emas perhiasan muncul sebagai pendorong utama inflasi tahunan di Kabupaten Berau. 

Komoditas ini memberikan andil inflasi yang cukup besar bagi indeks harga konsumen di daerah.

“Adapun beberapa komoditas yang menjadi pendorong inflasi yoy terbesar pada Maret 2026 di antaranya komoditas emas perhiasan yang memberikan inflasi sebesar 0,92 persen,” ujarnya.

Selain emas, daftar komoditas yang memicu inflasi tahunan juga mencakup tarif listrik, daging ayam ras, rokok sigaret kretek mesin, berbagai jenis ikan (kembung, tongkol, bandeng, layang), hingga nasi dengan lauk dan obat-obatan dengan resep dokter. (*)