BERAU TERKINI – Jumlah wisatawan ke destinasi wisata sejarah di Berau, yakni Museum Batiwakkal, terus mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir.

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, kunjungan wisatawan ke Museum Batiwakkal mengalami penurunan.

Diketahui, Museum Batiwakkal merupakan museum yang menampilkan peninggalan sejarah Kesultanan Gunung Tabur.

Di museum ini tersimpan berbagai koleksi peninggalan Kesultanan Gunung Tabur.

Museum ini kerap dikunjungi oleh pelajar, rombongan edukasi, serta wisatawan yang memiliki minat terhadap sejarah daerah.

Namun berdasarkan catatan yang ada, jumlah wisatawan yang mengunjungi museum ini terus mengalami penurunan, khususnya di tahun 2023-2025.

Pada tahun 2023, jumlah pengunjung Museum Batiwakkal baik wisatawan lokal dan turis asing tercatat sebanyak 5.024 orang.

Angka tersebut kemudian mengalami penurunan pada tahun 2024 menjadi 4.174 orang.

Tren penurunan kembali berlanjut pada tahun 2025, dengan total kunjungan tercatat 3.404 orang.

Jika dibandingkan secara keseluruhan, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir jumlah pengunjung Museum Batiwakkal berkurang lebih dari 1.600 orang.

Penurunan ini menunjukkan adanya perubahan tren kunjungan wisata pada sektor wisata sejarah di Kabupaten Berau.

Suasana Tepian Gunung Tabur, Berau usai perbaikan (Adrikni/BT).
Suasana Tepian Gunung Tabur, Berau usai perbaikan (Adrikni/BT).

Museum Batiwakkal merupakan salah satu objek wisata sejarah dan edukasi yang selama ini menjadi bagian penting dalam pengenalan sejarah serta budaya lokal Berau.

Data kunjungan wisatawan tersebut juga menjadi salah satu indikator dalam melihat perkembangan sektor wisata budaya dan sejarah di Berau.

Disbudpar Berau mencatat, data statistik kunjungan wisatawan secara rutin digunakan sebagai bahan evaluasi untuk melihat dinamika pariwisata daerah, termasuk pada destinasi wisata sejarah seperti Museum Batiwakkal.(*)