BERAU TERKINI – Berpuasa bukan alasan untuk berhenti berolahraga. 

Dokter spesialis gizi dari RSUD dr Abdul Rivai, Nevi Dwi Handayani, mengatakan, aktivitas fisik tetap dapat dilakukan selama Ramadan.

Namun, dengan catatan waktu dan jenis olahraga disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Menurutnya, pengaturan waktu menjadi kunci utama agar tubuh tidak mengalami kelelahan berlebihan maupun dehidrasi.

“Olahraga itu boleh dilakukan, tapi harus diatur jamnya. Ada tiga waktu terbaik untuk berolahraga di bulan puasa, yaitu setelah sahur, sebelum berbuka, dan setelah berbuka,” kata Nevi kepada Berauterkini, Sabtu (21/2/2026).

Ia menjelaskan, waktu yang paling banyak dipilih masyarakat adalah sekitar satu jam sebelum berbuka puasa.

Pada waktu tersebut, tubuh masih memiliki cadangan energi dan setelah selesai berolahraga dapat segera mengganti cairan serta asupan energi saat berbuka.

Untuk jenis olahraga, Nevi menyarankan aktivitas dengan intensitas ringan hingga sedang, seperti jalan kaki, jogging santai, yoga, dan bersepeda.

“Pilih olahraga yang tidak membebani tubuh, jadi olahraganya yang ringan saja,” tuturnya.

Bagi yang terbiasa melakukan latihan beban, olahraga tersebut tetap diperbolehkan.

Namun, intensitas dan durasinya perlu diperhatikan agar tidak memicu kelelahan ekstrem.

“Kalau olahraga dilakukan sebelum berbuka, sekitar satu jam sebelumnya, setelah selesai jangan lupa langsung mengonsumsi air putih untuk mengganti cairan tubuh. Minuman manis juga bisa membantu mengembalikan energi sebelum makan berat,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan agar tetap memperhatikan sinyal tubuh.

Jika merasa pusing, lemas berlebihan, atau tanda dehidrasi, sebaiknya segera menghentikan aktivitas dan beristirahat.

“Kalau waktu dan intensitasnya tepat, olahraga selama Ramadan justru bisa membantu menjaga kebugaran tubuh serta meningkatkan kualitas kesehatan secara keseluruhan,” tandasnya. (*)