BERAU TERKINI – Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud akhirnya angkat bicara soal pergantian direktur utama Bankaltimtara yang tak sesuai periodesasi.

Muhammad Yamin sejatinya masih menjabat sebagai direktur utama Bankaltimtara hingga 2028 mendatang.

Harus terdongkel dari posisinya pada tahun ini, dengan alasan yang dibeberkan secara umum oleh Rudy Mas’ud.

Dalam kesempatan wawancara, Rudy Mas’ud mengatakan alasan penting yang membuat Muhammad Yasin diganti karena kasus skandal kredit fiktif di Bankaltimtara yang diungkap Agustus 2025 lalu di Kalimantan Utara.

Kerugian negara disebut cukup besar.

Dari laporan yang diterima, dalam sindikat korupsi lewat kredit fiktif yang dilakukan oleh pimpinan bank plat merah itu mencapai Rp 275,2 miliar.

“Itu yang harus anda bunyikan dong,” kata Rudy Mas’ud dalam laporan lewat tayangan video reels instagram @presisi.co hari ini.

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud. (Adpim Pemprov Kaltim)
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud. (Adpim Pemprov Kaltim)

“Banyak yang ditahan loh. Ratusan miliar kita mengalami kerugian. Masa mau dibiarin,” imbuhnya.

Selain itu, nilai deviden Bankaltimtara disebut mengalami penurunan.

Dari target yang seharusnya Rp338 miliar, justru yang diterima pemilik saham mayoritas hanya Rp191 miliar.

Membuat pemerintah harus memutar otak kembali untuk menyesuaikan target di postur tubuh APBD 2026 ini.

“Bagaimana kita mau pertahankan. Saya tanya, mau gak pertahankan?,” tegas pria yang juga menjabat Ketua DPD Golkar Kaltim itu.

Dia juga menyebut, penyesuaian itu akan berpengaruh besar terhadap realiasi APBD 2026 ini.

Penyusunannya akan dilakukan pada agenda APBD Perubahan 2026 yang digelar pada pertengahan tahun ini.

“Kalau seharusnya di perubahan itu bertambah, ini justru menurun,” sebut dia.

Rudy Mas’ud juga merespons soal tuduhan kepada pemerintah yang tak memberikan kesempatan kepada putra daerah untuk memimpin Bankaltimtara.

Ia menyatakan, dalam proses rekrutmen pemerintah telah membuka pendaftaran secara terbuka ke publik.

Namun, dalam proses seleksi putra daerah harus tersingkir karena persoalan administrasi dan rekam jejak.

Sementara yang dinyatakan lolos, Amri Mauraga dan Romy Wijayanto.

Amri Mauraga berkarir di dunia perbankan di Bank Sulselbar. Bank plat merah di tanah Selebes.

Sementara Romy Wijayanto berkarir di Bank DKI Jakarta yang juga merupakan bank plat merah ibukota.

“Itu yang saya sayangkan, kenapa putra daerah tidak banyak yang mendaftar. Ada yang daftar tapi gugur,” tutupnya dalam video itu.