BERAU TERKINI – Berikut ini sejumlah fakta yang terungkap dalam proses perundingan damai Iran – AS di Pakistan.
Pakistan menjadi tuan rumah dalam perundingan perdamaian dari dua negara yang sedang berperang yakni Iran dan Amerika Serikat.
Perundingan perdamaian dilaksanakan di Islamabad, Pakistan pada 10 Januari 2026.
Terlihat PM Pakistan Sehbaz Sharif hadir dalam perundingan itu. Dari AS diwakilkan oleh Wapres AS JD Vance.
Sementara dari Iran diwakili oleh sejumlah pejabat tinggi termasuk Menlu Iran Seyed Abbas Araghchi.

Namun belum ada kata sepakat dari perundingan perdamaian itu.
Wapres AS JD Vance menegaskan Amerika Serikat meninggalkan lokasi perundingan tanpa ada satu pun kesepakatan dicapai.
Dilansir laporan CNN Indonesia, Wapres AS JD Vance menyebut Iran tidak memiliki niat untuk menyingkirkan usahanya dalam mengembangkan senjata nuklir.
“Faktanya, kita perlu melihat komitmen tegas bahwa mereka tidak akan berupaya memiliki senjata nuklir dan mereka tidak akan berupaya mendapatkan alat-alat yang memungkinkan mereka memperoleh senjata nuklir dengan cepat,” kata JD Vance dikutip laporan CNN Indonesia.
“Pertanyaannya adalah, apakah kita melihat komitmen mendasar dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, bukan hanya sekarang atau dua tahun dari sekarang, tetapi untuk jangka panjang? Kita belum melihat itu, kita berharap akan melihatnya,” jelasnya.
Sementara itu, Pakistan sebagai tuan rumah mengapresiasi kesediaan Iran dan Amerika Saerikat untuk berunding.
Wakil PM Pakistan Ishaq Dar berharap semangat untuk mencapai perdamaian terus dilakukan oleh Iran dan Amerika Serikat.
“Kami berharap kedua pihak akan terus melanjutkan semangat positif guna mencapai perdamaian dan kemakmuran yang berkelanjutan bagi seluruh kawasan dan sekitarnya,” kata Ishaq Dar.
“Semangat positif untuk mencapai perdamaian yang langgeng,” harapnya.

