BERAU TERKINI – Masalah abrasi yang menggerus Pulau Kaniungan, Kecamatan Bidukbiduk, hingga kini masih menjadi “pekerjaan rumah” besar yang belum terselesaikan.
Meskipun telah menjadi sorotan sejak kepemimpinan Gubernur Kaltim periode 2019-2024, Isran Noor, hingga peninjauan langsung oleh Gubernur Rudy Mas’ud pertengahan tahun ini, eksekusi di lapangan masih dinanti.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, dalam kunjungannya ke Pulau Kaniungan baru-baru ini, menegaskan, salah satu destinasi wisata unggulan Berau ini memerlukan penanganan darurat.
Menurutnya, tanpa langkah nyata, sisi barat Kaniungan terancam kehilangan daratan, yang berarti hilangnya salah satu spot wisata terbaik di pulau tersebut.
Gamalis menjelaskan, penanganan abrasi di pulau-pulau kecil secara regulasi merupakan domain Pemprov Kaltim dan Pemerintah Pusat.
“Ini memang bukan berada di bawah kewenangan langsung pemerintah kabupaten,” ujar Gamalis.
Ia berharap Pemerintah Pusat dapat segera turun tangan memberikan bantuan pembangunan dinding penahan abrasi (tanggul).
Mengingat kondisi keuangan daerah yang sedang terdampak kebijakan efisiensi anggaran dari Kementerian Keuangan, Gamalis menilai dukungan dana APBN adalah solusi yang paling realistis saat ini.
“Pemprov Kaltim juga terimbas pemangkasan anggaran. Harapan besar kami, kebijakan dan anggaran pembangunan dinding penahan itu datang dari pusat,” tambahnya.
Selain faktor pariwisata, sisi kemanusiaan menjadi alasan kuat mengapa penanganan abrasi ini tidak boleh ditunda.
Pulau Kaniungan bukan sekadar penginapan bagi turis, ada warga yang telah bermukim di sana sejak tahun 1980-an.
Walaupun sebagian penduduk mungkin belum ber-KTP Berau, Gamalis menegaskan, hak mereka sebagai warga negara Indonesia harus diprioritaskan.
“Mereka harus hidup dengan selamat dan kesejahteraannya terjamin. Itu tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Pemkab Berau pun berkomitmen untuk tidak tinggal diam.
Gamalis memastikan pihaknya akan terus melakukan lobi intensif ke Jakarta agar anggaran pembangunan bisa dikucurkan ke Kaniungan pada 2026 mendatang.
“Lobi anggaran itu pasti. Kami akan cari cara agar anggaran pusat bisa turun ke sini. Ini sangat strategis karena kunjungan wisata ke pesisir semakin tinggi didukung infrastruktur yang mulai memadai,” jelas Gamalis.
Keberadaan Pulau Kaniungan dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari paket wisata pesisir selatan Berau.
“Kami tidak ingin kehilangan pantai yang cantik ini hanya karena lambatnya penanganan,” pungkasnya. (*)
