BERAU TERKINI – Pencarian enam orang Anak Buah Kapal (ABK) yang hilang di perairan Kecamatan Talisayan masih terus dilakukan tim gabungan, Senin (27/10/2025).
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, mengatakan, tim gabungan ini terdiri dari BPBD, Polres Berau, TNI, Basarnas, dan masyarakat.
Selain itu, pihaknya juga mendapat bantuan dari Basarnas Kutai Timur dalam melakukan pencarian korban.
Adapun pencarian masih dipusatkan di sekitar lokasi kapal penangkap ikan jenis purse sein tenggelam.
“Kapal ini tenggelam di kedalaman 46 meter di bawah permukaan air. Diperkirakan lebih dari seorang jenazah terperangkap di dalam kapal,” katanya.
Dia mengatakan, berdasarkan informasi di lapangan, setidaknya ada empat orang diketahui terperangkap di dalam kapal penangkap ikan itu.
Keempat orang itu yakni satu kapten, satu koki, dan dua ABK. Adapun dua orang lainnya masih belum diketahui apakah ikut terperangkap di dalam kapal atau terpisah.
“Informasi yang didapat di dalam kapal itu ada empat orang. Nah, dua orang ini kami tidak tahu apakah ada di dalam atau justru hilang di tempat lain,” katanya.
Namun, meski lokasi kapal sudah diketahui, tim gabungan harus memutar otak dalam melakukan evakuasi.
Pasalnya, jaring purse sein yang ada di kapal tersebut menyebar mengelilingi kapal.
Hal ini menjadi kendala karena jaring yang menyebar bisa saja menjadi musibah baru bagi tim penyelamat jika tak memikirkan strategi yang tepat.
“Bahaya untuk tim divers. Apalagi kondisinya di kedalaman 46 meter,” paparnya.
Salah satu cara yang kini diupayakan yakni dengan memasang tali di haluan kapal dan menariknya ke lokasi yang lebih dangkal. Barulah tim penyelamat beraksi mengevakuasi jenazah yang ada dalam kapal.
“Itu yang masih kami upayakan. Semoga saja semua korban dapat ditemukan dan dievakuasi,” pungkasnya. (*)
