INDIA – Kementerian Penerbangan Sipil India dalam hal ini Aircraft Accident Investigation Bureau telah mengeluarkan laporan awal mengenai jatuhnya pesawat Air India.
Diketahui pada (12/6/2025) lalu, pesawat jenis Boeing 787-8 Dreamliner dari maskapai Air India jatuh tak lama usai lepas landas dari Bandara Ahmedabad menuju Bandara Gatwick London, Inggris.
Kecelakaan pesawat itu menewaskan 229 dari total 230 penumpang. Sejumlah warga sipil juga menjadi korban tewas di lokasi jatuhnya pesawat.
Kini, pihak Aircraft Accident Investigation Bureau telah mengeluarkan laporan awal mengenai penyebab jatuhnya pesawat. Dilansir dari Beritasatu, pasokan bahan bakar ke mesin pesawat terputus.
“Pada pukul 08.08 saklar bahan bakar mesin 1 dan mesin 2 beralih dari posisi run ke posisi cutoff satu demi satu dengan selisih waktu hanya satu detik. Mesin N1 dan N2 mulai menurun dari nilai lepas landasnya karena pasokan bahan bakar ke mesin terputus,” bunyi pernyataan laporan tersebut.

Kemudian, audio dari black box atau kotak hitam dari kokpit merekam suara salah satu pilot sempat bertanya kepada satu pilot lainnya mengapa ia memutuskan sambungan bahan bakar ke mesin pesawat.
Pilot lainnya langsung menjawab ia tidak melakukan hal tersebut. “Sekitar pukul 08.09 UTC, salah satu pilot mengirimkan pesan darurat mayday mayday mayday,” lanjut laporan tersebut yang kemudian direspons oleh petugas darurat pada pukul 08.14 UTC.
Lebih jauh, dalam rekaman suara yang berhasil dipulihkan dari black box, kedua pilot tersebut terdengar bingung, setelah sakelar pemutus bahan bakar mesin pesawat terbuka hampir bersamaan dan membuat mesin kekurangan bahan bakar.
Laporan Aircraft Accident Investigation Bureau itu menimbulkan pertanyaan baru mengenai posisi sakelar pemutus bahan bakar mesin yang penting.
Di mana setelah pesawat lepas landas, rekaman CCTV menunjukkan sumber energi cadangan dari turbin udara ram telah menyala, yang menunjukkan hilangnya daya dari mesin.
Pada saat-saat terakhir penerbangan, seorang pilot terdengar di perekam suara kokpit bertanya kepada pilot lainnya mengapa ia mematikan bahan bakar.
“Pilot lainnya menjawab bahwa ia tidak melakukannya,” kata laporan itu seperti dilansir dari Reuters, Minggu (13/7/2025).

Tidak disebutkan pernyataan mana yang dibuat oleh kapten pesawat dan mana yang dibuat oleh kopilot, yang jelas salah satu pilot menyampaikan “mayday, mayday, mayday” tepat sebelum kecelakaan.
Saklar bahan bakar hampir secara bersamaan beralih dari posisi “run” ke posisi “cut-off” tepat setelah lepas landas. Laporan awal tidak menjelaskan bagaimana sakelar tersebut bisa beralih ke posisi “cut-off” selama penerbangan.
Di lokasi kecelakaan, kedua saklar bahan bakar ditemukan dalam posisi menyala dan terdapat indikasi kedua mesin menyala kembali sebelum kecelakaan.
Untuk diketahui, dalam penerbangan itu, Sumeet Sabharwal, 56 tahun berperan sebagai pilot, dia memiliki total pengalaman terbang 15.638 jam dan. Kopilotnya adalah Clive Kunder, 32 tahun, yang memiliki total pengalaman terbang 3.403 jam.
Pihak Kementerian Penerbangan Sipil pun meminta publik untuk tidak membuat kesimpulan masing-masing. Dia mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil menyeluruh dari investigasi kecelakaan Air India.
“Kami peduli dengan kesejahteraan pilot, jadi jangan terburu-buru mengambil kesimpulan pada tahap ini, mari kita tunggu laporan akhir,” kata Menteri Penerbangan Sipil Ram Mohan Naidu.
