BERAU TERKINI – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Berau terus melakukan manuver strategis untuk memperkuat literasi masyarakat. Fokus utamanya kini adalah memperluas jangkauan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial atau TPBIS.
Kepala Dispusip Berau Yudha Budisantosa menegaskan komitmennya untuk membawa program ini hingga ke akar rumput. Ia menargetkan replikasi program dapat menyentuh seluruh wilayah Bumi Batiwakkal yang terdiri dari 100 kampung dan 8 kelurahan.
Yudha menekankan perubahan paradigma fungsi perpustakaan di era modern. Fasilitas ini tidak boleh lagi hanya dipandang sekadar tempat membaca buku semata tetapi harus menjelma menjadi pusat pemberdayaan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini diharapkan bisa semakin mengembangkan replikasi TPBIS. Kami ingin perpustakaan hadir sebagai ruang inklusif yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Solusi Masalah Warga
Dukungan penuh juga datang dari Sekretaris Kabupaten Berau M Said. Ia mendorong agar fungsi perpustakaan dimaksimalkan sebagai sumber inspirasi sekaligus solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga sehari hari.
Program ini diarahkan untuk mengembangkan keterampilan masyarakat berdasarkan potensi lokal yang ada. Perpustakaan diharapkan mampu menjadi motor penggerak peningkatan kesejahteraan ekonomi warga desa.
Said berharap materi literasi yang disajikan dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kekayaan alam di masing masing kampung agar lebih tepat guna.
“Pemerintah Kabupaten Berau berupaya dalam memaksimalkan fungsi perpustakaan sebagai inspirasi masyarakat, termasuk memberikan solusi atas persoalan di masyarakat. Kami berharap literasi yang diberikan dapat disesuaikan dengan potensi di kampung masing-masing,” tegas Said. (Adv)
