TANJUNG REDEB – Upaya menekan laju inflasi yang kerap dipicu oleh lonjakan harga membuat Dinas Pangan Kabupaten Berau meluncurkan program pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam cabai secara mandiri.

Program ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat kemandirian pangan masyarakat sekaligus menstabilkan harga kebutuhan pokok.

“Program ini sederhana, tapi berdampak besar. Kami ingin masyarakat tidak lagi terlalu bergantung pada pasar untuk kebutuhan cabai. Jika kebutuhan mandiri tercukupi, inflasi bisa ditekan,” kata Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan, Senin (7/7/2025).

Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau 10 kelurahan di wilayah yang mudah diakses. Namun, di daerah kampung masih menghadapi tantangan.

Medan yang sulit dan kondisi jalan yang rusak membuat pengiriman bibit menjadi terhambat. Bahkan, dikhawatirkan memengaruhi kualitas bibit saat tiba di lokasi.

Meski demikian, Dinas Pangan memastikan keberhasilan program tidak hanya bergantung pada distribusi bibit, tetapi juga melalui pendampingan intensif kepada warga.

“Masyarakat diberikan bimbingan mengenai cara menanam, merawat, hingga memanen cabai dengan teknik yang tepat untuk memastikan hasil yang optimal,” jelasnya.

Program ini juga berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga. Dengan tersedianya stok cabai mandiri di rumah, masyarakat dapat mengurangi beban belanja harian.

“Semoga dengan program ini kesadaran masyarakat akan pentingnya ketahanan pangan lokal semakin meningkat,” tandasnya. (*)