BERAU TERKINI – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Berau menyebut masih banyak korban pelecehan yang enggan melapor karena rasa takut, malu, hingga trauma.

Kepala DPPKBP3A Berau, Rabiatul Islamiyah, mengatakan, sebagian besar korban memilih menutup diri sehingga menyulitkan proses penanganan.

“Banyak yang tidak mau lapor. Mereka masih menutup diri, sehingga pendekatan harus dilakukan secara pelan-pelan dan halus,” ujarnya.

Ia menjelaskan, DPPKBP3A Berau melakukan pendekatan persuasif agar korban merasa aman dan berani menyampaikan pengalaman yang dialami.

Pihaknya juga melakukan pendampingan lanjutan serta edukasi kepada korban dan keluarga untuk mencegah tekanan sosial dan perundungan dari lingkungan sekitar.

“Korban sering khawatir dibully oleh masyarakat atau teman sebayanya. Makanya, kami melakukan pendampingan dan edukasi kepada keluarga korban,” ucapnya, Kamis (1/1/2026).

Rabiatul menegaskan, penanganan kasus perlindungan perempuan dan anak membutuhkan dukungan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) karena berkaitan dengan berbagai sektor.

“Kalau kami bekerja sendiri tentu berat. Perlu dukungan OPD lain karena persoalan ini juga bersinggungan dengan isu lain, termasuk stunting,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila mengetahui adanya dugaan pelecehan kepada anak dan perempuan, serta tidak melakukan perundungan terhadap korban kekerasan.

“Jika mengetahui kejadian seperti ini segera laporkan. Jangan membully korban, tetapi berikan dukungan,” tegasnya.

Menurutnya, pendampingan psikologis penting dilakukan agar kondisi mental korban dapat pulih dan tidak berdampak jangka panjang. (*)