BERAU TERKINI – Suasana Hari Raya Idulfitri di Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb menghadirkan pemandangan emosional yang berbeda.

Bagi keluarga warga binaan, gedung yang terletak di Jalan Dr Murjani 2, Kelurahan Gayam, ini menjadi titik temu penuh kerinduan.

Di balik tembok tinggi tersebut, tersimpan berbagai kisah tentang perubahan perilaku, harapan baru, hingga keteguhan hati para pembesuk yang setia menanti.

Salah satu pembesuk, Nur Hayati, membagikan pengalamannya saat mengunjungi kerabatnya yang terjerat kasus narkotika.

Kerabatnya tersebut dijatuhi vonis 12 tahun penjara dan baru menjalani satu tahun masa hukuman.

Nur mengapresiasi sistem pelayanan rutan yang kini jauh lebih modern, terutama layanan pendaftaran kunjungan secara daring yang dinilai sangat efisien.

“Kalau yang kunjungan online bagus, efisien, cepat juga jadi kita kan bisa daftar di rumah datang ke sini sudah bisa langsung, enggak perlu nunggu lama,” jelasnya, Selasa (24/3/2026).

Nur melihat adanya perubahan positif yang signifikan pada kerabatnya sejak berada di dalam rutan.

Menurutnya, lingkungan rutan yang terkontrol membuat kerabatnya jauh lebih tenang dan terbebas dari pengaruh barang haram.

Ia pun berpesan agar para warga binaan memanfaatkan waktu mereka untuk menyerap berbagai pelatihan keterampilan yang disediakan rutan sebagai modal saat bebas nanti.

“Banyak pelatihan nanti di luar bisa dipakai lah, pokoknya lancar lah, maksudnya saya itu kalau hidup di dalam namanya dibina, jadi warga binaan yang baik,” tambahnya.

Kisah lain datang dari Yosefa, wanita yang dengan setia rutin menjenguk kekasihnya sejak 2022.

Hampir satu hingga dua kali dalam seminggu, ia menyambangi rutan untuk memberikan dukungan moral. 

Yosefa mengaku tidak menemukan perubahan perilaku negatif pada pasangannya.

Bahkan, komunikasi tetap berjalan lancar meski dilakukan melalui fasilitas telepon yang disediakan pihak rutan.

“Baik-baik aja sih sejauh ini tidak ada keluhan apapun sih dari dalam,” ujarnya.

Terkait prosedur kunjungan, Yosefa merasa sangat terbantu dengan keramahan petugas rutan yang tidak mempersulit proses interaksi.

Meski ruang besuk digunakan secara bersama-sama, ia merasa tetap diberikan ruang untuk menjaga privasi saat berbicara dengan pasangannya.

“Kita punya ruang sendiri dengan partner yang mau kita kunjungi,” katanya.

Pelayanan yang cepat dan ramah membuat momen pertemuan yang singkat tersebut menjadi lebih berkesan bagi para pembesuk.

Yosefa menyimpan harapan besar agar pasangannya benar-benar bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik setelah menyelesaikan masa hukuman.

Harapan ini menjadi doa yang sama bagi setiap keluarga yang datang berkunjung ke Rutan Tanjung Redeb di momen lebaran ini.

“Harapannya semua orang pasti berharap untuk berubah kan untuk pasangannya, ya itu sih,” pungkasnya. (*)