BERAU TERKINI – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Berau mengungkap fakta serius di balik aktivitas donor darah. 

Setiap tahun, tak sedikit kantong darah pendonor terpaksa dibuang karena terindikasi mengandung penyakit menular berbahaya.

Temuan ini menjadi alarm penting skrining darah bukan sekadar prosedur administratif, melainkan benteng terakhir keselamatan pasien.

Fakta tersebut terungkap setelah PMI Berau melakukan pemeriksaan laboratorium ketat terhadap seluruh darah pendonor. 

Dari hasil uji saring, sebagian darah dinyatakan reaktif dan dipastikan tidak layak ditransfusikan.

Penanggung Jawab Unit Donor Darah PMI Berau, Andhika Amran, menyampaikan, darah dengan hasil reaktif langsung dikeluarkan dari sistem distribusi tanpa pengecualian.

“Setiap kantong darah yang terindikasi penyakit menular pasti kami tarik dan musnahkan. Tidak ada toleransi karena risikonya bisa mengancam nyawa penerima darah,” jelasnya, Kamis (15/1/2026).

Ia mengungkapkan, penyakit menular yang paling sering ditemukan pada darah pendonor di Berau antara lain HIV, sifilis, serta hepatitis B dan C. 

Penyakit-penyakit tersebut tergolong berbahaya dan berpotensi menular melalui transfusi jika tidak terdeteksi sejak awal.

Meski demikian, PMI tidak serta-merta menyampaikan diagnosis kepada pendonor. 

Andhika menegaskan, PMI hanya berwenang melakukan skrining awal, sementara kepastian medis dan penanganan lanjutan menjadi tugas dokter.

“Kami hanya menyampaikan bahwa hasilnya reaktif. Pendonor kemudian akan dihubungi dokter secara pribadi dan diarahkan untuk pemeriksaan lanjutan. Penetapan diagnosis bukan kewenangan kami,” jelasnya.

Sepanjang 2025, kasus darah reaktif di PMI Berau tercatat cukup signifikan. 

Pendonor yang terdeteksi berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari masyarakat umum hingga pekerja perusahaan. 

PMI menegaskan tidak pernah mengaitkan temuan ini dengan profesi atau status sosial tertentu.

“Siapa pun bisa menjadi pembawa penyakit menular tanpa disadari. Inilah pentingnya skrining ketat dalam setiap donor darah,” pungkasnya. (*)