BERAU TERKINI – Begini kisah Aidil Anugrah, pendiri tempat cuci sepatu di Berau bernama Adapo yang bermula dari kepedulian terhadap sepatu anak skateboard.
Berawal dari keisengan dan kepedulian terhadap sepatu kotor anak-anak skateboard, siapa sangka Adapo kini tumbuh menjadi usaha jasa perawatan sepatu yang dikenal luas di Kabupaten Berau.
Usaha yang dirintis sejak 2020 di Berau ini lahir dari keresahan sederhana sepatu yang dicuci asal-asalan justru cepat rusak.
Pendiri Adapo, Aidil Anugrah, menceritakan ide awal usaha ini muncul saat pandemi COVID-19. Kala itu, komunitas skateboard di Berau cukup aktif. Banyak anak-anak yang sepatunya kotor, tapi tidak tahu cara membersihkan dengan benar.
“Awalnya cuma kepikiran untuk cuci sepatu anak sekomunitas, Karena banyak yang nyuci pakai deterjen, padahal itu salah dan bisa merusak bahan sepatu,” ujar Aidil.
Nama Adapo sendiri diambil dari istilah sapaan akrab “po” yang dikenal di Kalimantan, mencerminkan kedekatan dan kesederhanaan.
Dari keisengan mencuci sepatu teman, permintaan terus berdatangan karena mereka mulai menyampaikan dari mulut ke mulut, Adapo pun mulai beroperasi secara rumahan.
Enam bulan berjalan, Aidil melihat peluang lebih besar saat menemukan lokasi kosong di sekitar kedai di Jalan Kartini. Tempat kecil itu menjadi langkah awal Adapo naik kelas.
Kedekatan Aidil dengan dunia skateboard menjadi modal penting. Sebab banyak sepatu skateboard menggunakan bahan sensitif seperti suede dan knit, yang memerlukan perawatan khusus.
Dari situ, Aidil belajar secara otodidak mengenai karakter bahan sepatu dan teknik pencucian yang tepat.
“Di skateboard banyak sepatu berbahan sensitif. Kalau salah perawatan , bisa rusak. Jadi mulailah saya belajar sendiri, pelan-pelan,” jelasnya.
Tarif cuci sepatu pun dibuat terjangkau, yakni Rp30 ribu per pasang. Dalam sebulan, Adapo bisa mencuci hingga 500 pasang sepatu, mencerminkan tingginya kebutuhan perawatan sepatu di Berau.

Kendala terbesar Adapo itu kata Aidil datang dari faktor geografis. Ongkos kirim bahan pembersih sepatu dari luar daerah dinilai terlalu mahal. Kemudian, Aidil mengambil langkah berani meracik sabun sendiri.
Ia berkonsultasi dengan teman-teman yang pernah menempuh pendidikan di bidang kimia, mempelajari komposisi bahan, hingga akhirnya mampu memproduksi shoes cleaner secara mandiri.
“Dari situ kami bisa jaga kualitas dan nggak tergantung kiriman luar,” katanya.
Adapo kini telah memiliki tempat baru beralamat di Jalan Mangga lll, depan percetakan Al Ghazali, Tanjung Redeb.
Selain elayani jasa cuci sepatu, kini tersedia juga jasa repaint, repair, hingga penjualan shoes cleaner and conditioner dengan merek “Shoes Cleaner and Conditioner by Adapo.”
Produk ini dijual dengan harga mulai Rp80 ribu hingga Rp200 ribu, tergantung paket. Dalam satu paket lengkap terdapat shoes cleaner, sikat sesuai jenis bahan sepatu, microfiber, sikat detail, serta panduan penggunaan.
Produk ini juga dirancang praktis untuk dibawa bepergian, terutama bagi pecinta traveling.
Selain itu, Adapo juga menyediakan parfum sepatu anti bakteri untuk menjaga kesegaran sepatu lebih lama.
Dengan modal awal di bawah Rp1 juta, sekitar Rp800 ribu untuk membeli sikat dan perlengkapan dasar, Adapo kini telah berjalan enam tahun. Usaha ini mempekerjakan lima orang karyawan dengan omzet mencapai Rp25 juta per bulan.
“Kami jaga kualitas, ikuti tren, dan edukasi pelanggan. Biar sepatu awet dan pelanggan mau balik lagi,” tutup Aidil.(*)
