BERAU TERKINI – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Berau terus berinovasi untuk membumikan budaya membaca. Kali ini sasaran utamanya adalah para pelaku usaha kuliner dan tempat hiburan di Bumi Batiwakkal.
Para pemilik kafe hingga rumah makan diajak untuk turut serta mencerdaskan masyarakat. Caranya cukup sederhana yakni dengan menyediakan fasilitas pojok baca di area bisnis mereka.
Kepala Dispusip Berau Yudha Budisantosa menekankan bahwa fasilitas ini tidak menuntut kemewahan atau koleksi yang lengkap. Kehadiran beberapa buku bacaan ringan dinilai sudah cukup untuk membangun suasana literasi di ruang publik.
“Kami mengimbau kepada pemilik usaha seperti kafe dan sejenisnya untuk menyiapkan pojok baca di tempat usaha mereka. Walaupun hanya beberapa buku, itu sudah sangat membantu mendukung gerakan literasi di mana pun berada,” ujar Yudha.
Tanggung Jawab Bersama
Langkah ini merupakan strategi jemput bola untuk mendekatkan buku kepada masyarakat. Literasi tidak seharusnya hanya menjadi beban tugas pemerintah semata namun membutuhkan partisipasi aktif sektor swasta.
Keberadaan buku di tempat nongkrong diharapkan dapat mengubah kebiasaan pengunjung secara perlahan. Aktivitas bersantai bisa menjadi lebih produktif dengan menambah wawasan melalui bahan bacaan yang tersedia.
Dispusip menyatakan kesiapannya untuk memberikan pendampingan teknis bagi pengusaha yang berminat. Mulai dari rekomendasi jenis buku hingga sinergi program siap dilakukan untuk memperkuat ekosistem literasi daerah.
“Budaya membaca harus dibangun dari banyak arah. Ketika masyarakat terbiasa menemukan bahan bacaan di tempat umum, minat baca akan tumbuh secara alami,” tambahnya. (Adv)
