TANJUNG REDEB – Di tengah pembangunan pariwisata yang kerap mengedepankan sisi keuntungan, sekelompok warga di Teluk Sulaiman, Kecamatan Biduk-Biduk, justru memilih jalur berbeda.

Mereka mendirikan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sigending dengan semangat pelestarian alam dan pemberdayaan komunitas lokal.

Sejak dibentuk pada Oktober 2024, Pokdarwis Sigending tak hanya berupaya mempromosikan potensi wisata di kampung mereka, tetapi juga menjadikannya sebagai ruang edukasi tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

Zalman, salah satu anggota Pokdarwis, mengungkapkan, semangat pelestarian menjadi fondasi utama kelompok ini.

Menurutnya, wisata bukan semata soal kunjungan dan foto-foto indah, tetapi bagaimana pengunjung dan warga bisa sama-sama belajar menghargai alam.

“Kami ingin wisatawan pulang dengan pengalaman dan pemahaman baru. Misalnya, tahu bagaimana mangrove melindungi pantai atau kenapa bekantan dan penyu perlu kita jaga,” jelas Zalman, Minggu (13/7/2025).

Dengan dukungan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) dan organisasi pegiat ekowisata Forlika, Pokdarwis Sigending menyusun program wisata berbasis edukasi dan konservasi.

Salah satunya adalah paket perjalanan menggunakan perahu ketinting yang membawa pengunjung menyusuri mangrove sambil mendengar penjelasan soal ekosistem.

Tak hanya mengajak wisatawan menikmati pemandangan, program ini juga memberi ruang bagi warga lokal untuk menjadi pemandu, pengelola wisata, sekaligus penggerak pelestarian lingkungan.

Beberapa titik yang menjadi lokasi edukasi dan eksplorasi, di antaranya Danau Sigending, Lubang Ikan, Halo Buaya, taman mangrove, habitat bekantan, serta lokasi peneluran penyu yang masih alami.

“Kami percaya, kalau alam dijaga, manfaatnya akan kembali ke masyarakat. Kami ingin anak cucu nanti masih bisa melihat bekantan atau penyu bertelur di sini,” ujar Zalman. (*)