BERAU TERKINI – Memasuki musim liburan, arus kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi unggulan di Kabupaten Berau diprediksi akan terus mengalami peningkatan.

Namun, di tengah antusiasme tersebut, fenomena kenaikan harga kebutuhan secara mendadak di lokasi wisata masih menjadi momok yang kerap dikeluhkan oleh para pengunjung.

Salah satu wisatawan yang hendak bertolak ke Pulau Maratua, Selvi, mengungkapkan bahwa mahalnya harga komoditas laut menjadi keluhan utama.

Padahal, wilayah pesisir Berau dikenal sebagai daerah yang kaya akan sumber daya ikan.

Ia merasa heran mengapa harga di lokasi wisata justru melonjak berkali-kali lipat dari harga normal.

“Di sana kan sumber laut ya, maksudnya harganya dua kali lipat harganya,” ucap Selvi kepada Berauterkini.

Salah satu warung yang ada di Pulau Derawan. (ZUHRIE/BT)
Salah satu warung yang ada di Pulau Derawan. (ZUHRIE/BT)

Kondisi ini memaksa para pelancong untuk memutar otak agar anggaran liburan tidak membengkak. 

Selvi mengaku harus lebih selektif dan hemat, terutama dalam mengatur biaya penginapan serta konsumsi yang dinilai paling menguras kantong.

“Paling yang mahal penginapan sama makannya, sepintar-pintarnya kita ajalah nyari, makanya bawa bekal ini,” ungkapnya sembari menunjukkan persiapan logistik yang ia bawa sendiri.

Merespons keresahan wisatawan tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau menegaskan telah mengambil langkah nyata. 

Plt Kepala Disbudpar Berau, Warji, melalui Kepala Bidang Usaha Jasa Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Nurjatiah, menyatakan, pihaknya sudah melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku usaha yang kedapatan menaikkan harga secara tidak wajar.

“Sudah ditindaklanjuti,” tegas Nurjatiah singkat saat dikonfirmasi.

Sebagai langkah preventif dan peringatan keras, Disbudpar Berau telah menerbitkan surat edaran resmi.

Dalam instruksi tersebut, para pelaku usaha di kawasan wisata diminta untuk tetap konsisten menggunakan standar harga yang wajar dan transparan.

Kebijakan ini diambil untuk menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus memastikan citra pariwisata Berau tetap positif di mata wisatawan.

Pemerintah khawatir jika harga yang ‘mencekik’ terus dibiarkan, hal itu akan meninggalkan kesan buruk yang membuat wisatawan enggan untuk datang kembali di masa depan.

Oleh karena itu, pengawasan terhadap para pedagang kini menjadi prioritas utama.

“Membuatkan surat edaran kepada pedagang untuk tidak menaikkan harga,” tutup Nurjatiah. (*)