BERAU TERKINI – Kekhawatiran Pemkab Berau akan potensi bencana banjir bandang akibat perubahan iklim dan cuaca ekstrem mendorong pemerintah untuk melakukan mitigasi lebih dini.
Belajar dari peristiwa banjir yang meluluhlantakkan Kampung Long Ayap, Kecamatan Segah, pada pertengahan tahun lalu, pemerintah merasa harus memantapkan langkah antisipasi demi meminimalisasi korban jiwa dan kerugian materiil.
Bupati Berau, Sri Juniarsih, saat bertemu dengan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menegaskan agar pemetaan kawasan rawan bencana dapat segera dimatangkan. Hal ini agar pemerintah dapat mengambil langkah kebijakan penggunaan anggaran secara terukur.
Berdasarkan data pemerintah, Sungai Segah melintasi dua kampung yang terdampak banjir paling parah pada tahun lalu, yakni Kampung Long Ayap dan Long Ayan.
Sementara untuk aliran Sungai Kelay, terdapat empat kampung rawan, di antaranya Tumbit Dayak, Pegat Bukur, Bena Baru, dan Long Lanuk.
“Kita tidak ingin menjadi Sumatera kedua (akibat banjir bandang),” kata Sri belum lama ini.
Khusus di Kampung Long Ayap, Sri menekankan agar proses relokasi permukiman dapat tuntas pada tahun ini. Proses teknisnya akan dikawal langsung oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Berau.
Selain relokasi, rehabilitasi fasilitas dasar juga menjadi prioritas. Pemerintah akan memastikan bangunan mulai dari sekolah, puskesmas, rumah ibadah, hingga infrastruktur jalan dan jembatan dibangun pada lokasi yang tepat dan aman.
“Pemulihan pascabencana ini juga harus dikawal secara serius,” tegasnya.
Kemudian, sarana kesehatan juga harus dipastikan terbangun dengan baik. Salah satunya puskesmas pembantu (Pustu) yang menjadi tempat rujukan awal bagi masyarakat di Kampung Long Ayap.
Termasuk pula pemenuhan kebutuhan sarana pendidikan. Mulai dari mebeler (furniture) sekolah, buku, hingga alat pelengkap sarana lainnya harus dipastikan terisi pada tahun ini.
“Pendidikan dan kesehatan harus diberikan di kampung itu,” perintahnya.
Diwartakan sebelumnya, pemerintah kampung telah menyiapkan lahan seluas 150 hektare yang berjarak sekitar 1 kilometer dari kawasan permukiman di bibir sungai saat ini.
Kawasan tersebut akan dimanfaatkan bagi 640 jiwa (341 laki-laki dan 299 perempuan) dari 212 kepala keluarga yang terdampak banjir di Long Ayap tahun lalu.
Pada tahun ini pula, pemerintah akan mematangkan dokumen blueprint (cetak biru) potensi bencana di Berau. Mulai dari bencana banjir hingga kebakaran, baik kebakaran hutan maupun kawasan permukiman. (*)
