BERAU TERKINI – Upaya hilirisasi komoditas unggulan di Kabupaten Berau terus didorong pemerintah daerah.

Namun, dari tiga komoditas utama yang dimiliki daerah, sektor jagung hingga kini belum masuk dalam tahap hilirisasi dan masih menunggu kajian lebih mendalam.

Kepala Bidang Perindustrian Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Reta Noratni, mengatakan, jagung sebenarnya termasuk dalam komoditas unggulan daerah bersama kakao dan kelapa.

Meski demikian, pengembangannya menuju industri pengolahan masih perlu dipersiapkan secara matang.

Kabid Perindustrian Diskoperindag Berau, Reta Noratni (Diva/BT)
Kabid Perindustrian Diskoperindag Berau, Reta Noratni (Diva/BT)

“Jagung memang termasuk komoditas unggulan. Namun, untuk hilirisasi saat ini belum masuk. Ke depan pasti akan kita running pembahasannya,” ujar Reta.

Menurutnya, sebelum masuk ke tahap hilirisasi, perlu memastikan berbagai aspek pendukung telah siap, mulai dari ketersediaan produksi, dukungan infrastruktur, hingga potensi pasar yang akan menyerap hasil olahan.

Ia menilai, kesiapan bahan baku menjadi faktor penting agar industri pengolahan tidak berhenti di tengah jalan.

Tanpa suplai jagung yang stabil dan berkelanjutan, pengembangan hilirisasi dikhawatirkan tidak berjalan optimal.

“Harus kita lihat dulu kesiapan produksinya, infrastrukturnya, serta potensi pasar. Jadi tidak bisa terburu-buru,” jelasnya.

Sementara itu, Diskoperindag Berau saat ini lebih memfokuskan hilirisasi pada komoditas kakao dan kelapa yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

Reta berharap penguatan tiga sektor unggulan ini dapat berjalan seiring dengan arah pembangunan daerah.

“Melalui hilirisasi, hasil pertanian tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk setengah jadi maupun produk jadi yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” terangnya.

Selain meningkatkan nilai tambah, hilirisasi juga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di sektor industri pengolahan. (*/Adv)