BERAU TERKINI – Aktor penting di DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud tak dilibatkan dalam penentuan direktur utama baru Bankaltimtara.

Sebagai legistlator daerah, Hasan Mas’ud menyatakan dewan baru akan diajak untuk berdiskusi dalam proses penyertaan modal.

Sebab penyertaaan modal untuk bank plat merah itu, bersumber dari APBD Kaltim yang pengaturannya dipegang oleh dewan Karang Paci.

“Kita tidak ada dilibatkan itu,” kata Hasan Mas’ud dalam wawancara yang direkam oleh Presisi di kanal instagramnya.

Menurutnya, kondisi itu wajar.

Karena DPRD tak menjadi bagian dari pemilih saham di Bankaltimtara.

Sementara Pemprov Kaltim, menjadi pemilik saham mayoritas perusahaan perbankan tersebut.

Pasca RUPS 2020 lalu, diketahui Pemprov Kaltim memegang setidaknya 64,51 persen saham di Bankaltimtara.

Sehingga wajar ketika Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud yang merupakan adik dari Hasan Mas’ud, mengawal proses RUPS sedari awal.

“Wajarlah, kan kita bukan pemilik saham,” ucapnya.

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud, bersama wakilnya Seno Aji, saat melakukan kunjungan ke Berau. (Sulaiman/BT)
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, bersama wakilnya Seno Aji, saat melakukan kunjungan ke Berau. (Sulaiman/BT)

Namun menurut hematnya, idealnya dewan dilibatkan dalam proses tersebut.

Tak perlu semua.

Cukup diikuti oleh unsur pimpinan di DPRD Kaltim maupun para ketua dan anggota komisi.

Meskipun disadari, dewan tak memiliki kewenangan besar dalam setiap pertemuan rutin RUPS.

“Apakah pimpinan, atau wakil ketua, itu bisa lah diundang,” kata dia.

Mengetahui kondisi internal Bankaltimtara dianggap perlu.

Karena akan menjadi tolok ukur besaran penyertaan modal yang akan diberikan kepada bank tersebut.

“Karena kuasa anggaran ada di dewan kan,” tegas dia lagi.

Dia menyampaikan, calon pimpinan baru Bankaltimtara akan diumumkan secara resmi oleh Pemprov Kaltim dalam waktu dekat ini.

Ditekahui, terdapat dua calon yang akan dipilih oleh para pemegang saham.

Diantaranya, Amri Mauraga dan Romi Wijayanto.

“Sebentar lagi kan diumumkan itu,” ucap dia.