TANJUNG REDEB – Hasil temuan tim evaluasi pengendalian harga eceran tertinggi (HET) stok BBM dan LPG 3 kilogram bersubsidi di lima kecamatan pesisir Berau, ternyata menguak fakta baru.
Di Kecamatan Maratua, masyarakat tidak lagi menggunakan gas melon lantaran sudah tak mendapatkan jatah pembagian.
Kepala Bidang Bina Usaha dan Perdagangan Diskoperindag Berau, Hotlan Silalahi, mengungkapkan, pemilik kapal tidak berani mengangkut gas melon lagi karena sudah beberapa kali kejadian diakibatkan gas melon ini.
“Hasil temuan kami ternyata empat agen di kecamatan itu sudah tidak menyalurkan LPG bersubsidi lagi,” ujar Hotlan, Senin (7/7/2025).
Dia menjelaskan, keempat agen itu sudah tak berani mengambil LPG lagi ke pangkalan untuk dibawa ke Pulau maratua.
Padahal, untuk penyalurannya, jika sesuai aturan yang ada, agen tidak memiliki kewajiban mengambilnya ke Tanjung Redeb, melainkan menjadi tanggung jawab Pertamina untuk mengantarkan LPG ke lokasi.
Hotlan mengatakan, hal ini seharusnya juga menjadi perhatian Pertamina. Jika memang kendala ada di kapal atau transportasi, maka Pertamina harus mengupayakan bagaimana agar gas melon ini bisa sampai ke Pulau Maratua.
“Kalaupun memang sudah disetop, maka kuota untuk Maratua itu dialihkan ke mana? Itu juga harus jelas. Apalagi ini sudah sejak Juni 2025, otomatis terjadi pemutusan hubungan usaha (PHU) dengan agen LPG yang ada di Maratua,” terang Hotlan.
Dikoperindag pun meminta Pertamina untuk lebih detial dalam pendataan, khususnya agen dan penyalur LPG yang ada di pesisir.
Sementara itu, Camat Maratua, Ariyanto, mengungkapkan, banyak faktor yang jadi kendala dalam hal ini, yakni kondisi alam dan risiko perjalanan saat membawa LPG melon ini menyeberang.
“Sudah beberapa kali terjadi ledakan akibat gas LPG ini. Jadi sekarang masyarakat menggunakan LPG 5,5 kg dan 12 kg,” terangnya.
Meskipun tak dapat jatah, Ariyanto mengakui masih ada beberapa warga yang menggunakan gas melon.
Gas itu kemungkinan dibawa atau dibeli saat mereka ke Tanjung Redeb dan biasanya diangkut secara pribadi.
Perwakilan staff SBM bidang LPG Pertamina Kaltimra, Nasdi, tak menampik dan mengungkapkan jika pihak Pertamina memang sudah menghentikan distribusi gas melon ke Maratua karena tak ada pengangkutan.
“Karena tidak ada penyaluran, maka agennya juga kami PHU. Kami juga akan melakukan evaluasi terkait agen-agen yang tidak lagi menyalurkan gas subsidi ini sesuai dengan arahan yang dipaparkan Diskoperindag Berau,” pungkasnya. (Adv/Aya)
