BERAU TERKINI – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau mengungkapkan tidak menyiapkan program atau acara khusus untuk menarik wisatawan selama periode libur Lebaran tahun ini.

Strategi ini diambil berdasarkan pertimbangan kondisi lapangan dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Bumi Batiwakkal.

Plt Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, menjelaskan, momen libur panjang seperti Lebaran maupun Natal dan Tahun Baru (Nataru) merupakan fase high season.

Pada periode ini, arus wisatawan akan mengalir dengan sendirinya tanpa perlu stimulus tambahan berupa acara atau festival.

Hal itu mengingat daya tarik wisata di Berau sudah sangat kuat di mata pelancong lintas kota maupun provinsi.

Wisatawan kala berwisata ke Danau Labuan Cermin, Bidukbiduk. (IST)

Destinasi ikonik seperti Pulau Derawan dan Maratua tetap menjadi magnet utama yang sudah sangat dikenal keindahannya oleh publik secara luas.

Tingginya minat masyarakat ini membuat lebih fokus pada pengelolaan arus kunjungan ketimbang penambahan daya tarik baru.

“Di musim ramai atau high season seperti saat Nataru atau libur Lebaran, wisatawan datang dengan sendirinya ke daya tarik wisata di Kabupaten Berau. Biasanya mereka datang untuk menikmati libur Lebaran bersama keluarga, rekan kerja, atau komunitas,” jelas Samsiah.

Menurutnya, jika pemerintah daerah memaksakan adanya acara besar di tengah membeludaknya pengunjung, hal itu justru berpotensi memicu kepadatan yang tidak terkendali. 

Kehadiran acara tambahan biasanya akan menarik warga lokal untuk keluar rumah secara bersamaan.

Sehingga hal itu menciptakan situasi yang kurang nyaman bagi para wisatawan yang datang dari jauh.

Wisatawan yang berkunjung ke Berau umumnya mencari ketenangan dan kenyamanan dalam menikmati alam.

Situasi yang terlalu padat dikhawatirkan akan merusak esensi dari liburan itu sendiri dan membuat kondisi di lapangan menjadi tidak teratur.

Sebagai gantinya, Disbudpar Berau memiliki strategi untuk menyelenggarakan acara pada saat musim sepi atau low season.

Periode ini biasanya terjadi ketika masa libur sekolah telah usai atau saat aktivitas perkantoran kembali normal.

Pada momen penurunan angka kunjungan tersebut, pemerintah baru akan mengintervensi dengan berbagai festival guna mendongkrak kembali jumlah wisatawan.

Ia juga menambahkan, karakteristik wisatawan yang berkunjung ke Berau lebih cenderung ingin menikmati atraksi alam secara langsung.

Aktivitas mandiri seperti berenang, snorkeling, memancing, hingga menyelam masih menjadi prioritas utama para pelancong dibandingkan sekadar menonton pertunjukan di daratan.

“Di Berau, pengunjung lebih suka menikmati atraksi yang disediakan oleh alam. Aktivitasnya berenang, snorkeling, mancing, diving, main di pantai, rekreasi, dan menikmati sajian alam,” pungkasnya. (*)