BERAU TERKINI – Dinas Pendidikan Berau kembali menggelar Edukasi Ramadan 3 yang tahun ini dipusatkan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tanjung Redeb.
Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah, menjelaskan, Edukasi Ramadan merupakan agenda rutin yang dilaksanakan secara bergilir di setiap kecamatan.
“Edukasi Ramadan 1 dilaksanakan di Sambaliung, Edukasi Ramadan 2 di Gunung Tabur, dan Ramadan 3 ini tuan rumahnya di Tanjung Redeb,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, puncak kegiatan akan digelar pada 11 Ramadan melalui tabligh akbar yang menghadirkan penceramah dari luar daerah.

Pada momentum tersebut juga akan dilakukan kegiatan berbagi kepada 250 siswa kurang mampu.
“Selain tabligh akbar, ada juga kegiatan berbagi untuk 250 siswa yang membutuhkan. Ini bagian dari pembelajaran kepedulian sosial di bulan Ramadan,” jelasnya.
Tak hanya itu, rangkaian kegiatan lainnya meliputi berbagai lomba keagamaan seperti lomba azan, lomba bernuansa Islami, hingga kegiatan “ngaji in the park” yang akan dilaksanakan di Taman Sanggam pada 17 Ramadan.
Konsep ini dirancang agar siswa dapat belajar dan beribadah dengan suasana yang berbeda namun tetap khusyuk.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebar di beberapa lokasi, di antaranya SKB, GOR Pemuda (Genas Pedekan), serta SMP Negeri 3 Tanjung Redeb.
Kegiatan ini melibatkan siswa SD dan SMP, guru, serta seluruh pelaku pendidikan.
Mardiatul menegaskan, tujuan utama Edukasi Ramadan adalah memberikan pembelajaran tentang makna Ramadan sekaligus melatih kedisiplinan dan kesabaran dalam beribadah.
“Kami ingin mengedukasi anak-anak bagaimana mendisiplinkan diri, beribadah dengan lebih tenang, serta memahami mana yang baik dan mana yang kurang baik. Ramadan ini momen yang sangat tepat untuk melatih kesabaran dan meningkatkan iman serta takwa,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi sekolah-sekolah yang turut menggelar kegiatan keagamaan secara mandiri, seperti buka puasa bersama dan berbagai kegiatan sosial lainnya.
Melalui Edukasi Ramadan 3, Disdik Berau berharap nilai-nilai keagamaan tidak hanya menjadi seremoni tahunan.
Namun, benar-benar membentuk karakter siswa agar lebih berakhlak dan berintegritas, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. (*)
