BERAU TERKINI – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diah, memastikan pemerintah pusat segera memperbaiki kerusakan parah pada ruas jalan poros Kelay–Labanan setelah proyek senilai Rp 220 miliar resmi dilelang.
Syarifatul menegaskan, perbaikan ini sudah sangat mendesak karena kondisi jalan yang membahayakan pengguna, terutama saat malam hari. Tanjakan, turunan, dan lubang-lubang yang tidak terlihat jelas kerap menyebabkan kendaraan tergelincir.
“Keadaannya memang parah. Tidak bisa lagi ditunda perbaikannya,” tutur Sari, Jumat (28/11/2025).
Meskipun jalan tersebut berada di bawah otoritas Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Syarifatul memastikan Komisi III DPRD Kaltim terus bergerak proaktif.

Pihaknya telah melakukan pengecekan lapangan, mendokumentasikan kerusakan dalam bentuk video, dan melaporkannya langsung kepada Gubernur serta BPJN.
“Kami sudah turun, ambil video, kirim ke Pak Gubernur dan ke Balai Jalan. Komisi III juga sudah mendatangi BPJN untuk memperjuangkan anggaran penanganan lebih besar,” katanya.
Perjuangan ini akhirnya membuahkan hasil manis. Pemerintah pusat merespons desakan tersebut dengan mengalokasikan anggaran besar.
“Alhamdulillah, anggarannya sudah dilelang. Itu berarti sebentar lagi masuk tahap kontrak dan segera dikerjakan,” ucapnya.
Anggaran Rp 220 miliar tersebut akan digunakan untuk penanganan prioritas pada ruas poros Kelay-Labanan serta beberapa titik kerusakan di Kutai Timur.
Legislator Karang Paci itu menekankan, jalan ini adalah urat nadi ekonomi yang menghubungkan Berau ke Samarinda. Oleh karena itu, revitalisasi jalur ini adalah upaya penyelamatan sektor perdagangan dan transportasi daerah. (*)
