BERAU TERKINI – Program rintisan Sekolah Rakyat (SR) yang digagas Dinas Sosial Kalimantan Timur (Dinsos Kaltim) menghadapi tantangan serius. Dua dari tiga lokasi sekolah gratis di Samarinda dilaporkan masih sepi peminat, dengan syarat wajib berasrama disebut sebagai kendala utama.

Kepala Dinsos Kaltim, Andi Muhammad Ishak, merinci pendaftar di lokasi SMAN 16 Samarinda baru mencapai 12 orang untuk jenjang SD, sementara di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda baru berjumlah 14 orang.

“Padahal tiap kelas idealnya berisi 25 siswa,” jelas Andi, Senin (25/8/2025).

Menurutnya, kendala terbesar yang dihadapi tim di lapangan adalah menemukan calon siswa tingkat sekolah dasar yang siap untuk tinggal terpisah dari orang tua mereka dalam sistem pendidikan berasrama.

Menyikapi hal ini, Dinsos Kaltim kini gencar melakukan pendekatan ke sejumlah panti asuhan dan pesantren. Langkah ini diambil untuk menjaring calon siswa yang sudah terbiasa dengan pola hidup mandiri di asrama dengan harapan kuota dapat terpenuhi.

“Upaya penjaringan akan terus dilakukan sampai akhir Agustus,” ujarnya.

Meskipun kesulitan mencari pendaftar, Andi menekankan bahwa Dinsos tidak akan melonggarkan syarat utama. Program ini tetap diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Semua calon akan diverifikasi kembali, termasuk oleh BPS, agar tepat sasaran,” tutupnya. (*)