BERAU TERKINI – Reputasi Kalimantan Timur sebagai provinsi pionir dalam pengelolaan emisi gas rumah kaca terus mendapatkan pengakuan nasional. Keberhasilan Benua Etam dalam menjalankan program kemitraan karbon hutan menarik minat daerah lain untuk belajar.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan secara khusus melakukan kunjungan kerja ke Samarinda. Rombongan ini dipimpin langsung oleh Tenaga Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan Sumsel Hadenli Ugihan.

Pertemuan strategis tersebut berlangsung di Ruang Rapat Tepian 2 Kantor Gubernur Kaltim pada Kamis (27/11/2025). Kepala Biro Ekonomi Setdaprov Kaltim Iwan Darmawan menyambut hangat kehadiran tamu dari Pulau Sumatera tersebut.

Kunjungan ini bertujuan menggali pengalaman Kaltim sebagai percontohan nasional dalam pelaksanaan Forest Carbon Partnership Facility Carbon Fund. Sumsel ingin memahami mekanisme teknis hingga kelembagaan yang telah dibangun Kaltim.

Pionir Perdagangan Karbon

Dalam paparannya tim FCPF-CF menjelaskan bahwa implementasi nilai ekonomi karbon di Kaltim berjalan melalui skema pembayaran berbasis kinerja. Program ini didukung penuh oleh kerja sama Pemerintah Indonesia dan Bank Dunia.

Kaltim dinilai sukses menjadi rujukan nasional dalam pengurangan emisi sektor kehutanan dan penggunaan lahan periode 2020 hingga 2025. Keberhasilan ini kemudian dilanjutkan melalui program bersama Green Climate Fund.

Berbagai regulasi juga telah disiapkan untuk menciptakan ekosistem karbon yang tertata. Mulai dari kebijakan perlindungan lingkungan hidup hingga tata cara persetujuan lokasi perdagangan karbon bagi investor.

Komitmen Berbagi Ilmu

Hadenli Ugihan mengapresiasi keterbukaan Kaltim dalam membagikan ilmunya. Praktik yang sudah berjalan di Kaltim dinilai akan menjadi referensi strategis bagi Sumatera Selatan dalam memperkuat kebijakan iklim mereka.

Sementara itu Iwan Darmawan menegaskan bahwa keberhasilan Kaltim adalah buah dari sinergi lintas sektor yang konsisten. Pihaknya siap menjalin kolaborasi dengan provinsi manapun demi agenda pembangunan rendah emisi.

“Kaltim berkomitmen untuk terus memperkuat posisi sebagai provinsi hijau. Kehadiran Sumsel menjadi momentum penting untuk memperluas pengetahuan dan memperkuat kerja sama antar daerah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim,” pungkas Iwan. (Ftr/Adv/Diskominfo Kaltim)