BERAU TERKINI – Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kalimantan Timur, Sudarno, membalas komentar Gubernur Kaltim 2019/2024 Isran Noor terkait sewa helikopter Rp2,5 miliar per bulan.

Dalam berita sebelumnya, Sudarno menyebut bila pengadaan mobil mewah lebih efisien ketimbang pemerintah melakukan sewa helikopter senilai Rp2,5 miliar per bulan.

Belanja sewa yang sebelumnya dirancang oleh pemerintah sebelumnya. Kemudian diubah dan dibuat lebih efisien.

Sudarno menjelaskan, bila dia memakai diksi ‘pemerintah sebelumnya’ yang berarti pemerintah yang memimpin Kaltim sebelum Rudy Mas’ud.

Atau dalam hal tersebut, dia maksud yaitu Penanggungjawab (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik yang menjabat selama setahun pada 2024 lalu.

Akmal Malik pula yang disebut menyusun APBD Kaltim 2025 dan memasukkan belanja sewa helikopter.

“Kalau orang cerdas, pasti paham maksud saya,” ucap Sudarno, mengutip komentarnya di Reels Instagram Selasar (@selasar.co).

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud. (redaksi/BT)
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud. (redaksi/BT)

Pada Maret 2025, anggaran pun diubah.

Struktur APBD dirasionalisasikan dalam rangka mengambil langkah efisiensi anggaran.

Salah satu yang menjadi perhatian serius yakni pembiayaan program gratispol yang menjadi prioritas Pemprov Kaltim.

“Jadi sebenarnya klir, bahwa pemerintah sudah membatalkan penggunaan kendaraan itu,” tegas dia.

Dia juga menegaskan bila tak ada menyebut nama sipapun dalam dialog secara langsung di Kompas TV tersebut.

Sehingga seharusnya tak ada pihak yang dirugikan dari statement dirinya di media nasional tersebut.

“Seharusnya tidak ada yang tersinggung, kalau tersinggung berarti diliat lagi kecerdasannya,” satire dia ke Isran Noor.

Di akhir dia mengucapkan terimakasih atas kritikan terhadap dirinya.

Pun sebagai tim ahli, dia sebut membutuhkan banyak masukan untuk memperkuat aspek pembangunan di Benua Etam.

“Kita juga butuh masukan yang terbaik,” kata dia.