TANJUNG REDEB – Di tengah persaingan bisnis kuliner, Zasiyo Cake berhasil menemukan ceruk pasarnya sendiri di Bumi Batiwakkal. Dengan sebuah strategi sederhana namun efektif, membuktikan bahwa eksis tak harus mahal.
Usaha milik Siti Anisah ini menawarkan kue ulang tahun berkualitas dengan harga yang sangat ramah di kantong, mulai dari Rp50 ribuan.
Peluang ini ditangkap Anisah melihat kue ulang tahun yang hampir selalu menjadi bagian wajib dalam setiap perayaan. Namun, ia sadar bahwa harga seringkali menjadi kendala.
Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk menyediakan pilihan yang lebih terjangkau tanpa mengorbankan hal terpenting dalam sebuah kue, yaitu rasa.
“Meskipun murah tapi kualitas rasa kue tidak saya kesampingkan, karena ini salah satu nilai jual yang ditawarkan ke konsumen,” ujar Siti Anisah saat ditemui beberapa waktu lalu.
Perjalanan Zasiyo Cake dimulai pada 2016 secara daring melalui Facebook, sebelum akhirnya memberanikan diri membuka gerai fisik setahun kemudian.
Kini, selain kue ulang tahun yang selalu tersedia segar setiap hari, Zasiyo Cake juga merambah ke produk lain seperti dessert, aneka minuman, hingga makanan sehat seperti salad sayur yang dijual saat Car Free Day.
Meski usahanya terus berkembang dengan omzet bersih mencapai Rp20 juta per bulan, Anisah mengakui ada tantangan tersendiri, terutama dalam hal ketersediaan bahan baku dan dekorasi kue yang terkadang harus dipesan dari luar Berau. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berinovasi.
Keberhasilan Zasiyo Cake juga tidak lepas dari kemauan untuk terus belajar. Anisah mengaku perkembangan usahanya terbantu setelah mengikuti berbagai pelatihan dari Diskoperindag Berau, termasuk pelatihan sertifikasi halal.
Ia pun berharap dukungan semacam ini dapat terus berlanjut dan merata bagi seluruh pelaku UMKM.
“Harapannya, ada solusi untuk event yang dapat membangun UMKM untuk lebih maju lagi, dan lebih sering lagi diadakan pelatihan atau bantuan lainnya namun secara merata,” tutupnya. (Adv/aya)
